Friday, July 3, 2020

Tips Lumpur Biogas Kotoran Sapi dan Cara Pemanfaatannya Untuk Pupuk Tanaman|Tanaman Buah

Lumpur Biogas Kotoran Sapi dan Manfaatnya Untuk Tanaman -- Salam buat Sobatpupuklahan.blogspot. com semoga hari ini lebih baik dari kemarin. Amiin.Well, artikel atauposting-an kali ini akan mengupas tentang lumpur biogas kotoran sapi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk kompos dalam menyuburkan tanah sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pertanian maupun perkebunan.

Lumpur Biogas Kotoran Sapi dan Cara Pemanfaatannya Untuk Pupuk Tanaman

Dalam mencukupi kebutuhan pupuk untuk tanaman, khususnya pupuk organik,  ternyata banyak sekali sumbernya yang dapat dimanfaatkan. Mulai dari limbah rumah tangga sampai dengan limbah kotoran ternak merupakan bahan untuk membuat pupuk organik yang mengandung unsur hara lengkap baik makro maupun mikro.

Lumpur biogas merupakan pupuk organik

Bahkan, kotoran ternak yang telah diambil “sarinya” pun masih bermanfaat untuk tanaman. Maksudnya, kotoran ternak yang telah diproses dalam sebuah reaktor untuk diambil biogas berupa gas metan (CH4) masih mempunyai nilai karena kaya dengan bermacam nutrisi yang berkaitan dengan tanaman. Ya, pupuk organik yang mengandung nutrisi penting bagi tanaman.

Lumpur biogas sebenarnya pupuk kompos. Begini ceritanya, kotoran ternak yg dimasukkan dalam sebuah reaktor (indera proses) terurai oleh mikroba sehingga membuat gas dan zat-zat kimia lainnya seperti nitrogen, kalium, dan lainnya. Dengan kata lain, bahan organik terdekomposisi dengan bantuan sejumlah bioaktivator berupa mikroorganisme pengurai aktif.

Sayangnya, tidak seluruh provinsi terdapat lumpur biogas. Sebab, buat memproduksi biogas mesti mencukupi bahan bakunya berupa kotoran ternak. Oleh karenanya, wilayah yg mempunyai populasi ternak khususnya ternak sapi, mempunyai potensi untuk pengolahan kotoran ternak menjadi biogas.

Walaupun demikian, jika di lebih kurang Anda terdapat instalasi pengolahan biogas berdasarkan kotoran sapi, lumpur yang dihasilkan perlu dimanfaatkan buat dijadikan pupuk kompos (pupuk organik). Tapi, sebelum merogoh dan memanfaatkannya, pastikan dulu bahwa lumpur itu (produk sampingan biogas) sudah dimanfaatkan atau memang sama sekali dibuang sebagai limbah.

Kandungan Hara Lumpur Biogas

Kenapa lumpur biogas perlu dimanfaatkan? Hal ini karena lumpur biogas dari kotoran sapi mengandung sejumlah unsur hara makro dan mikro. Dalam lumpur tersebut terdapat sejumlah unsur hara seperti N, P, K, Mg, Ca, Mn, Cu dan lain-lain

Artinya, lumpur biogas kotoran sapi dapat menjadi salah satu cara lain pupuk kompos yg dapat menjadi bahan pembenah tanah & nutrisi tumbuhan.

Nah, melihat potensi yg dikandungnya, maka lumpur biogas dapat berguna buat diaplikasi pada lahan pertanian buat menaikkan produktivitas tanah & tumbuhan. Namun, buat dapat diaplikasi ke tanaman , lumpur biogas wajib diproses lebih lanjut agar menjadi lebih matang dengan kadar air yg rendah.

Cara Memanfaatkan Lumpur Biogas Untuk Pupuk Organik

Pada dasarnya terdapat 2 bagian yang bisa dimanfaatkan dari lumpur biogas kotoran sapi, yaitu lumpur padat dan cair. Jadi, yg satu sebagai pupuk kompos padatan & yg lainnya sebagai pupuk organik cair.

Baca Juga :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)

Untuk kesempatan ini, kita akan mencoba memanfaatkan lumpur biogas padatan buat menjadi pupuk organik menggunakan teknik pemisahan. Langkahnya sangat sederhana seperti ini dia, yaitu :

  • Lumpur padat yang keluar dari instalasi biogas dikumpulkan
  • Lumpur padat yang masih bercampur cairan harus disaring agar berpisah antara cairan dan padatan. Ambil padatannya dan dikumpulkan
  • Lumpur yang telah dikumpulkan dikeringanginkan selama beberapa hari sampai kadar air turun
  • Setelah beberapa hari (7-10 hari) dijemur atau dikeringanginkan, maka lumpur biogas tersebut sudah menjadi pupuk kompos. Jika ingin dikomersialkan, perlu ditingkatkan kualitasnya.

Kelebihan Pupuk Organik Lumpur Biogas

Pupuk organik atau kompos lumpur biogas sangat bermanfaat dalam bidang pertanian karena mempunyai sejumlah kelebihannya. Di samping bisa menjadi bahan pembenah tanah, pupuk ini nir membawa impak jelek bagi lahan. Berikut ini beberapa kelebihan menaruh pupuk organik, yaitu :

  • Dapat memperbaiki struktur tanah sehingga gembur dan mudah diolah
  • Dapat meningkatkan kapasitas tukar kation sehingga ketersediaan hara dalam tanah menjadi lebih optimal
  • Tersedianya unsur hara makro dan mikro dalam tanah dalam jumlah yang lengkap
  • Tanaman relatif lebih tahan terhadap penyakit
  • Dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah
  • Dapat membawa dampak positif terhadap manusia dan lingkungan
  • Tidak mencemarkan air
  • Dapat memberikan produktivitas tanaman sehingga pertumbuhan tanaman lebih subur dan hasilnya pun lebih tinggi.

Cara pelaksanaan ke tanaman

Pupuk organik berdasarkan lumpur biogas yg sudah diproses lanjut sudah dapat diberikan kepada tanaman buat mencukupi kebutuhan unsur hara. Cara aplikasinya sama saja dengan aplikasi pupuk organik lainnya misalnya pupuk sangkar atau pupuk kompos.

Tebarkan dalam huma ketika pengolahan tanah atau sanggup pula dengan memasukkan dalam lubang tanam. Berikan 5-10 ton pupuk organik lumpur biogas buat setiap hektar huma atau 0,5-1 kg per lubang tanam.

That's All, ternyata pupuk tanaman sangat mudah dan murah, ya? Andai saja kita mau memanfaatkan dengan optimal limbah-limbah baik dari tumbuhan ataupun hewan, seperti kotorannya, menjadi pupuk, maka kita tidak perlu membeli pupuk anorganik (kimia). Dengan pupuk organik, tanah dan tanaman akan selalu produktif serta menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Thursday, July 2, 2020

Tips Doyan Daun Bawang? Tanam Saja Dalam Rak Telur, Begini Caranya|Tanaman Buah

Media Tanam Daun Bawang -- Sayuran daun bawang, khususnya bawang merah, banyak diminati masyarakat. Sebab, daun yang bewarna hijau tersebut memiliki rasa yang lezat ketika diolah dengan aneka resep masakan spesial seperti tumis udang daun bawang, teri daun bawang, dan lainnya. Bahkan, daun bawang menjadi pelengkap untuk cita rasa atau penghias pada martabak, bakso atau kuah sop.

Doyan Daun Bawang? Tanam Saja Dalam Rak Telur, Begini Caranya
Rak Telur, Media Tanam Daun Bawang. Gambar : Dokpri

Siapa tak kenal bawang merah? Memang, bawang merah ada juga sebutan lain dalam bahasa daerah, seperti bawangbeureum,brambang,bhabang merah, bawangmirah, dan lainnya. Tetapi, yang jelas bawang merah adalah tanaman sayuran yang berumbi lapis, kulit luar bewarna merah, akar serabut, daun silindris dan bewarna hijau.

Manfaatkan Rak Telur (Egg Board)

Untuk mendapatkan daun bawang merah tidak harus ke pasar. Bukan karena harganya mahal, tetapi sayuran daun bawang begitu mudah hidup jika kita mau menanamnya. Perlu lahan luas kalau gituh? Tunggu, tidak butuh tanah, pupuk atau lahan luas. Dengan sedikit kreatif, daun bawang dapat ditumbuhkan dalam rak telur (egg tray or board) bekas. Jadi, ini namanya menanam tanpa perlu media tanam berupa tanah.

Bukankah setiap keluarga  ada yang mengonsumsi telur? Kalau tidak seminggu sekali, para ibu-ibu rumah tangga sudah barang tentu membeli telur sebulan sekali. Dan itu pun bukan 1 atau 2 telur, melainkan minimal 1 rak telur (isi 30 telur).

Nah, rak telur berdasarkan karton itu jangan dijadikan sebagai limbah, tetapi ubah rak telur itu sehingga menjadi sesuatu yg berguna. Untuk apa? Dengan secuil sentuhan tangan-tangan kreatif, rak telur itu bisa ?Disulap? Menjadi media tanam yang praktis buat menanam daun bawang merah.

Menarik bukan menanam daun bawang dalam rak telur?Well, jika memang menarik, kita akan ulas bagamana cara menanam bawang merah dalam rak telur untuk memanen daunnya buat sayuran.

Bawang merah gampang tumbuh

Bawang merah gampang sekali tumbuh asalkan syarat lingkungan sesuai untuk pertumbuhannya. Bawang merah sangat menyukai kondisi sedikit lembab dalam awal fase vegetatifnya. Lihatlah, bawang merah yang pada dapur dan sudah usang tidak terpakai, bawang merah sudah mulai tumbuh daun dan pula akarnya.

Artinya, jika mendapat kondisi cocok,  tanpa perlakuan khusus pun bawang merah akan memecahkan masa dormansinya untuk tumbuh.Okay, langsung saja deh. Begini caranya :

Media tanam :

  • Rak telur bekas....minimal 4  rak

Benih :

  • Bawang merah......30  biji umbi atau siung (ukuran agakgede)
Doyan Daun Bawang? Tanam Saja Dalam Rak Telur, Begini Caranya
Daun Bawang dalam Rak Telur. Gambar : Dokpri

Langkah menanam bawang merah pada rak telur :

  • Rak telur dilubangi dengan menggunakan paku pada bagian cekungan (dudukan telur) yang berfungsi sebagai drainase atau tempat keluarnya air yang berlebih pada saat disiram. Lubangi ke 30 cekungan itu pada bagian dasarnya. Untuk memudahkan melubanginya, percik sedikit air ke rak telur.
  • Gabung keempat rak telur itu sehingga menjadi satu
  • Potong sedikit bagian ujung yang runcing (tempat keluarnya daun bawang) dengan pis_4_u yang tajam. Potong kira-kira 1/8 bagian ujungnya
  • Masukkan benih bawang merah pada masing-masing cekungan rak telur. Jangan sampai terbalik penempatannya, bagian akar posisinya ke bawah dan ujung yang terpotong ke atas.
  • Siram rak telur yang telah berisi umbi bawang merah secukupnya saja
  • Letakkan pada tempat yang teduh 3-4 hari atau sampai keluarnya akar dan daun
  • Setelah tumbuh akar dan daun, letakkan pada tempat yang terkena sinar matahari, terutama sinar matahari pagi.

Doyan Daun Bawang? Tanam Saja Dalam Rak Telur, Begini Caranya
Panen Daun Bawang dalam Rak Telur. Gambar : Dokpri

Untuk memeliharanya, relatif gampang. Sebab, daun bawang pada rak telur nir perlu dipupuk. Tetapi, jikalau pun mau dipupuk atau menambah nutrisi, cukup siram menggunakan pupuk organik cair atau MOL (mikroorganisme lokal) misalnya air cucian beras.

Baca Juga :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
  • Apa Pupuk Untuk Bawang Putih dan Kapan Diaplikasikan?

Yang terpenting dalam tanaman bawang merah yg ditanam dalam rak telur adalah kelembaban medianya (rak telur). Untuk itu, siram dengan rutin setiap hari atau tergantung cuaca.

Pada saat bawang merah tudah tumbuh banyak daun atau kira-kira telah berumur 20-30 hari, daun bawang telah sanggup dipanen. Cara panennya boleh dengan cara memotongnya & boleh pula dengan mencabut daun bersama akarnya.

Demikian cara menanam daun bawang dalam rak telur. Mulai kini , baiknya jangan dibuang lagi rak telur. Manfaatkan rak telur bekas itu buat menyalurkan hobi menanam, yaitu mengakibatkan rak telur sebagai media tumbuh sayuran daun bawang merah.

Tips Cara Tepat Memanfaatkan Limbah Tahu Cair Untuk Pupuk Organik Cair (POC) yang Tinggi Haranya|Tanaman Buah

Limbah Tahu Cair Untuk Pupuk Organik -- Limbah tahu mengadung sejumlah nutrisi penting bagi tanaman. Sebab, limbah tersebut berawal dari bahan baku pembuatan tahu yang tinggi nutrisi/gizinya, yaitu kacang kedelai.

Kacang kedelai diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk makanan spesial, yaitu tahu. Dan produk sampingnya dibuang begitu saja dari insdustri tersebut, yaitu imbah tahu baik dalam bentuk padatan maupun cairan. Jika tidak mengalami pengolahan, maka limbah tahu akan menjadi persoalan terhadap lingkungan.

Kita nir sedang membahas kedelai dan bagaimana membuat tahu dan pengolahan limbahnya. Terlepas menurut ada tidaknya instalasi pengolahan limbah pada industri-industri pengolahan memahami, yang kentara limbah cair memahami tadi masih mengandung sejumlah bahan-bahan organik dan perlu diolah buat menjadi pupuk tanaman .

Limbah tahu bahan baku pupuk organik

Bahan-bahan tersebut jika dilihat dari kacamata pertanian merupakan sesuatu  yang sangat bernilai. Mengapa? Cairan limbah tahu atau limbah tahu cair merupakan bahan baku untuk pembuatan pupuk organik cair (POC).

Cairan yang dikatakan limbah ini keluar dari beberapa tahapan proses pembuatan memahami, mulai menurut perendaman sampai menggunakan pengepresan. Wujudnya yg agak kental mengindikasikan adanya kandungan protein tinggi pada air limbah tersebut.

Limbah cair memahami akan menjadi pupuk organik yg kaya dengan unsur hara yang bisa menyuburkan huma dan tumbuhan. Ini bukan cerita biasa, tapi konkret.

Banyak para peneliti telah melirik ke pada limbah memahami dan ternyata di pada sana terdapat sejumlah hara flora misalnya nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, natrium & sejumlah lainnya.

Bahkan, dalam berbagai studi tentang dampak aplikasi pupuk organik cair limbah tahu menunjukkan hasil yang signifikanbin nyata terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman, khususnya tanaman sayuran seperti bayam, brokoli, seledri, cabai, tomat dan sejumlah tanaman lainnya.

Mengapa pupuk air limbah tahu mampu menyuburkan tumbuhan? Ini disebabkan lantaran limbah tahu tersebut mengandung nutrisi & bisa cepat diserap oleh tanaman .

Cara Tepat Memanfaatkan Limbah Tahu Cair Untuk Pupuk Organik Cair (POC) yang Tinggi Haranya

Unsur hara pada limbah memahami cair

Unsur-unsur hara esensial yang terdapat pada limbah cair tahu, yaitu N, P, K, C-Organik dan unsur-unsur mikro dalam persentase bhineka.

Adanya unsur-unsur tadi memberi frekuwensi bahwa limbah memahami perlu dimanfaatkan secara optimal sebagai salah satu cara lain penggunaan pupuk organik pada menaikkan output flora.

Limbah cair memahami apabila dijadikan menjadi pupuk organik cair akan sangat menguntungkan pada budidaya tanaman hortikultura berupa flora sayuran. Sebab, dengan aplikasi pupuk organik berdasarkan limbah tahu cair akan menambah bahan organik ke dalam tanah dan juga ketersediaan unsur haranya.

Bahan-bahan organik akan menjadi nutrisi & energi bagi mikroba tanah dalam melakukan aktivitasnya. Dengan demikian, tanah secara terus-menerus produktif & unsur hara juga tersedia buat pertumbuhan tumbuhan.

Perlu dipertimbangkan menggunakan nalar sehat bahwa penggunaan pupuk serba cepat, yaitu pupuk kimia, telah semakin dirasakan pengaruh buruknya.

Penurunan kualitas & kuantitas produksi tumbuhan adalah galat satu faktor semakin jenuhnya tanah karena pemupukan pupuk anorganik. Struktur tanah yg keras dan sifat fisik tanah lainnya adalah bukti nyata telah ?Matinya? Kegiatan organik di pada tanah.

Oleh karena itu, pemanfaatan limbah-limbah organik seperti limbah memahami cair buat memberi kuliner dalam tanah adalah cara bijak dan cerdas dalam memupuk tanaman .

Namun, limbah memahami cair tidak serta merta bisa diberikan pribadi buat tumbuhan. Sebab, ada batas-batas eksklusif kandungan dalam cairan limbah yang mampu dimanfaatkan buat flora.

Mengapa nir boleh eksklusif digunakan limbah cair tahu buat menyiram tanaman ? Dalam cairan limbah memahami kemungkinan akbar masih mengandung parameter kimia & fisika yang nir toleran terhadap tanaman , misalnya pH, kadar bahan organik, asam amino, protein, temperatur, dan lainnya.

Limbah perlu diolah sebelum dimanfaatkan

Banyak hal yang wajib dipertimbangkan dalam pemanfaatan limbah khususnya limbah memahami cair. Belum lagi dikaitkan menggunakan parameter limbah misalnya BOD (biochemical oxygen demand), COD (chemical oxygen demand), TSS (total bahan terlarut) dan lainnya.

Bahkan, aktivitas mikroorganisme, baik yang menguntungkan maupun merugikan, masih bercampur-baur pada limbah tahu cair itu.

Makanya, ketika limbah tahu dibuang begitu saja akan menimbulkan pencemaran lingkungan  Hal ini karena bahan-nahan organik limbah tahu akan mengalami pembusukan oleh adanya aktivitas bakteri/mikroorganisme.

Dengan penguraian itu akan menghasilkan gas-gas yang berbau tidak sedap dan juga zat-zat  beracun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Meskipun kita lihat terdapat yang memanfaatkan eksklusif, tetapi itu bukan cara yang sempurna dalam memupuk flora menggunakan limbah. Cara yang baik merupakan memasak atau menerima perlakuan terlebih dahulu terhadap limbah cair memahami .

Dengan perlakuan yang tepat, maka limbah tahu cair akan mengandung kadar nutrisi yg adaptif dan bisa diserap oleh tanaman secara kondusif.

Kita mengerti bahwa tanaman akan menyerap nutrisi pada bentuk anorganik. Oleh karena itu, limbah tadi perlu dirombak. Yang merombaknya merupakan jasad renik atau bioaktivator.

Dengan pengolahan, maka senyawa-senyawa organik misalnya karbohidrat, protein, lemak, & lainnya akan terdekomposisi sempurna sebagai bahan-bahan anorganik & dalam bentuk stabil seperti nitrat, phosfat, dan lainnya yg dapat diserap sang akar flora.

Sulit amatsih memanfaatkan limbah tahu cair untuk tanaman? Tidak, tidak sulit. Gambaran di atas hanya menunjukkan bahwa kita harus hati-hati dalam memanfaatkan yang namanya limbah atau buangan dari suatu produk.

Jika ingin memanfaatkan limbah tahu cair, maka sangat gampang dan tidak wajib mengikuti mekanisme yang berbelit dan nir pula menyusahkan. Kita ingin memanfaatkan yg gampang & kondusif buat produktivitas tanaman .

Cara Memanfaatkan Limbah Tahu Cair Untuk Tanaman

Cara memanfaatkan limbah tahu cair untuk memupuk tanaman ada dua, yaitu pengenceran tapi bersyarat dan pengolahan terlebih dahulu sehingga menjadi pupuk organik cair (POC).  Begini caranya.

A Penyiraman Langsung dengan pengenceran lebih dulu

Ya, pengenceran. Ini bukan cara tepat aliasnon-recommended ðŸ˜…. Jika ingin menyiram tanaman dengan air limbah tahu, maka jalan yang agak aman dan mungkin berdampak baik pada tanaman adalah dengan cara mengencerkan terlebih dahulu.

Paling nir, dengan cara pengenceran ini, konsentrasi menurut limbah tahu cair yg diaplikasikan pada tumbuhan sebagai rendah.

Konsentasi untuk menyiraman flora kira-kira lebih kurang 25%. Artinya, encerkan 1 bagian limbah tahu cair menggunakan tiga penambahan 3 bagian air.

Misalnya, 1 liter limbah memahami cair diencerkan menggunakan menambah tiga liter air biasa dan mixer secara merata. Ini berarti dalam 4 liter larutan mengandung 25% limbah memahami cair.

Siram ke flora secukupnya saja. Dosis yang umum digunakan merupakan 250 ml dikocorkan buat satu tumbuhan sayuran.

Apabila tumbuhan sayuran yang disemai rapat atau ditanam berdekatan, dosis pengocorannya diadaptasi kebutuhan buat setiap persegi huma.

Tapi, ingat, monitor perkembangan tanaman setelah memberikan air limbah ini. Danstop pemberian jika terlihat ada gangguan.

B. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) limbah memahami cair

Cara yang sempurna pada memanfaatkan limbah memahami cair adalah dengan cara mengolahnya terlebih dahulu sehingga menjadi pupuk organik cair (POC) dengan kualitasnya terjamin. Anda mau tau cara menciptakan poc limbah cair memahami? Simak penjelasannya pada bawah ini.

Alat-alat :

  • Ember
  • Pengaduk

Bahan-bahan :

  • Limbah tahu cair (air limbah tahu?)...10 liter
  • Air kelapa (Bagusnya MOL  air kelapa atau air kelapa yang mengandung mikroorganisme lokal)...1 liter
  • Effective Microorganism (EM4)..100 ml

Cara membuatnya/mengolahnya:

  • Masukkan limbah tahu cair dalam ember
  • Masukkan air kelapa dan EM4 ke dalam ember tersebut yang telah berisi air limbah tahu dan aduk hingga merata.
  • Tutup ember dengan rapat dan biarkan sampai 2 hari jangan dibuka-buka
  • Pada hari ke-3 sampai hari ke-9 dibuka sebentar setiap hari kira-kira 2-5 menit sambil diaduk-aduk. Lalu ditutup kembali.
  • Pada hari ke-10 pupuk organik cair (POC) dari limbah tahu cair sudah jadi dan siap diaplikasikan untuk tanaman.

Baca Juga :

  • Cara Membuat MOL Bonggol Pisang Untuk Pupuk Organik Cair
  • 4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polibag Supaya Buahnya Lebat
  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi

Cara pelaksanaan pupuk organik cair (POC) berdasarkan limbah tahu ini sama dengan cara pelaksanaan POC lainnya. Diencerkan terlebih dahulu dengan perbandingan 1:10. Aplikasikan ke flora menggunakan cara pengocoran menggunakan dosis 250 ml per tanaman .

Demikian cara pemanfaatan limbah cair memahami menjadi pupuk organik pada meningkatkan produksi dan produktivitas tumbuhan. Dengan pemanfaatan limbah ini, maka secara pelan-pelan berhemat biaya pembelian pupuk dan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Tips Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Dari Cairan Lumpur Biogas Kotoran Sapi |Tanaman Buah

Manfaat POC Lumpur Biogas Kotoran Sapi -- Pada artikel sebelumnya kita telah mengulas seputar cara memanfaatkan lumpur biogas berbentuk padatan. Jika belum membacanya, silahkan baca di sini . Jika sudah singgah dipostingan tersebut,yuk kita lanjut ke bagian cairan lumpur (sludge).

Selain lumpur padatan, masih ada produk samping dari produksi biogas kotoran sapi, yaitu cairan. Cairan dari proses dekomposisi kotoran ternak oleh mikroorganisme merupakan sesuatu yang memiliki nilai dari sisi pertanian.

Sebab, cairan tersebut mengandung sejumlah unsur hara yang dapat diaplikasikan pada lahan sehingga mencukupi nutrisi tanaman

Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Dari Cairan Lumpur Biogas Kotoran Sapi

Cairan lumpur biogas masih dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik cair (POC) karena mengandung unsur hara seperti N,P,K dan sejumlah unsur mikro. Jangan dilihat kadarnya rendah, tetapi lihatlah kegunaannya. Cairan bernutrisi tersebut mempunyai unsur hara yang mudah diserap oleh tanaman sehingga dapat meningkatkatkan produktivitas tanaman.

Meningkatkan Kualitas Cairan Lumpur Biogas

Agar cairan lumpur biogas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, maka perlu terlebih dahulu diproses agar lebih matang dan berkualitas. Seperti kita ketahui bahwa kualitas dari pupuk organik sebenarnya ditentukan oleh bahan-bahan pembentukannya.

Ketika pupuk diproduksi dengan campuran multibahan organik dan bahan tambahan lain, maka akan menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.

Banyak sekali bahan-bahan yang dapat meningkatkan kualitas hara pupuk organik. Kita bisa menambahkan cairan MOL (mikrorganisme Lokal) sabut kelapa yang tinggi kandungan kalium, tepung darah untuk meningkatkan kadar nitrogen, tepung tulang yang kaya dengan fosfor, tepung cangkang telur untuk meningkatkan kalsium, bisa juga MOL air kelapa yang kaya unsur hara, abu sekam, dan sejumlah lainnya.

Nah, ketika bahan-bahan lain dalam jumlah tertentu kita tambahkan dalam cairan lumpur biogas, maka apa jadinya? Cairan lumpur akan berubah menjadi pupuk organik cair dengan label high quality. Dan itu akan menjadi pupuk komersial dengan harga yang tinggi dan sangat menguntungkan.

Cara Mengolah Cairan Lumpur Menjadi Pupuk Organik Cair

Baik, bagaimana cara memanfaaatkan cairan lumpur biogas kotoran sapi sehingga menjadi pupuk organik cair (POC)? Ada beberapa langkah untuk merubah cairan lumpur menjadi POC yang dapat diaplikasi untuk tanaman nantinya.

Alat-alat :

  • Ember plastik ukuran besar
  • Saringan kain yang halus
  • Aerator elektrik

Bahan-bahan :

  • Cairan lumpur Biogas Kotoran Sapi
  • MOL sabut kelapa (air rendaman sabut kelapa)... (1-3 % dari jumlah cairan lumpur)
  • Tepung darah (1-3 % dari jumlah cairan lumpur)
  • Tepung tulang (1-3 % dari jumlah cairan lumpur)

Langkah mengolahnya :

  • Kumpulkan cairan lumpur biogas dengan cara menampung dalam ember
  • Tambahkan Mol sabut kelapa, tepung darah, dan tepung tulang ke dalam ember yang      telah berisi dengan cairan lumpur. Aduk-aduk hingga tercampur merata dan biarkan selama seminggu.
  • Setelah itu, saring cairan lumpur tersebut ke dalam ember kosong lainnya agar didapatkan cairan yang bebas dari bahan-bahan atau partikel kasar
  • Untuk membebaskan gas-gas yang masih tersisa atau terbentuk dalam cairan lumpur tersebut, pasang aerator ke dalamnya. Biarkan aerator bekerja selama 5 hari (4-5 hari) agar gas keluar.
  • Setelah 5 hari, aerator sudah dapat di-off-kan. Biarkan cairan tersebut di dalam ember selama 2 hari agar partikel-partikel mengendap dan cairan akan menjadi bening.
  • Dan setelah 2 hari akan terlihat cairan bening. Ini berarti cairan lumpur biogas kotoran sapi sudah menjadi pupuk organik cair (POC).

Baca Juga :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Cara Pemupukan Jagung Hibrida dan Nonhibrida
  • Membuat Tepung Darah Hewan Untuk Meningkatkan Hara Kompos

Sekarang pupuk organik cair itu sudah jadi. Pupuk tersebut dapat diaplikasikan ke tanaman atau mungkin mau dibisniskan. Kalau mau dijual maka produk tersebut harus terdaftar dan mengikuti standar pupuk organik yang ditetapkan oleh pemerintah.

Demikian sekilas uraian tentang  cairan lumpur biogas kotoran sapi yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Semoga bermanfaat.

Wednesday, July 1, 2020

Tips Menyulap lumpur Got Untuk Pupuk Organik dan Media Tanam |Tanaman Buah

Lumpur Got Untuk Pupuk dan Media Tanam -- Rasanya tak habis-habis sumber pupuk organik jika kita rajin menggalinya. Untuk kali ini, kembali kita coba “mengajak” si lumpur got/selokan yang berwarna hitam legam “bersahabat” dengan tanaman. Sahabat untuk mencukupi kebutuhan hidup tanaman.

Sebab, lumpur got hasil buangan limbah domestik, kaya dengan unsur-unsur hara yang berguna untuk menyuburkan lahan dan tanaman. Jadi, lumpur got bisa “disulap” untuk media tanam dan juga pupuk organik (kompos).

Bukankah lumpur itu limbah yang berbahaya bagi lingkungan? Tepat sekali! Itulah sebabnya mengapa kita harus memanfaatkannya agar dapat mengurangi beban lingkungan sekaligus kita manfaatkan untuk sumber hara dalam bidang pertanian.

Sepertinya, postingan sebelumnya sudah panjang lebar membahas tentang limbah domestik yang mengalir dan mengendap dalam selokan atau got. Tapi, sekadar untukreview, tidak mengapalah kalau kita coba menyarikan kembali sedikit tentang limbah domestik.

Limbah domestik

Limbah domestik mungkin masih saja ada dan mengalir ke dalam selokan selama nafas dan jantung manusia masih berdetak. Sebab, segala aktivitas kehidupan rumah tangga mulai dari dapur, mandi, cuci dan toilet akan mengalir menuju selokan. Sisa nasi, daging, susu, minyak, dan lainnya mengendap dan ada juga yang dibawa air nan jauh sampai ke laut.

Baca juga ini  :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi

Selokan menjadi tempat penampungan limbah domestik yang terdiri dari cairan dan padatan. Yang terbanyak sifatnya cair dan selebihnya padatan. Yang cair itu ‘kan asalnya dari kegiatan mandi, mencuci, dan air seni atau yang berhubungan dengan toilet. Yang padat seperti protein, karbohidrat, minyak dan lemak, garam-garam dan mungkin juga yang bersifat logam dan plastik.

Lumpur got itu apa dan ada apa?

Jadi limbah domestik yang masuk dan mengendap di dalam got atau selokan  itu bernama lumpur, tepatnya lumpur got. Dalam lumpur itu masih juga bercampur lagi dengan pasir dan debu.

Hari ke hari lumpur semakin bertambah banyak dan tebal mengedap. Dan di sana pula tempat “bermain riang gembira” mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan juga protozoa mengurai bahan-bahan organik sebagai makanan empuk bagi mereka.

Sudah barang tentu hasil degradasi bahan organik oleh mikroorganisme menghasilkan zat-zat anorganik seperti N, P, K, Ca, dan lain-lain. Di samping menghasilkan zat-zat penting itu, mikroorganisme baik yang patogen maupun yang non-patogen meninggalkan bau yang tidak sedap.

Bau busuk (berupa gas seperti H2S) merupakan hasil dari dekomposisi yang tidak sempurna dalam lumpur got yang pekat itu. Mengapa tidak sempurna? Karena dalam air selokan adanya keterbatasan kandungan oksigen (baik secara biologis maupun kimia), suhu, pH dan kondisi lainnya untuk merombak bahan-bahan organik yang jumlahnya sangat banyak dan terus bertambah setiap saat.

Lumpur got untuk media tanam dan pupuk organik

Nah, melihat lumpur got itu sungguh bermanfaat. Jangan lihat warna hitamnya, tapi lihatlah kegunaannya di balik bau dan warnanya. Lumpur selokan rupanya dapat dimanfaatkan untuk media tanam/media tumbuh dan juga sebagai pupuk organik.

Media tanam dari lumpur selokan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman seperti cabai, tomat, bayam, selada, sawi seledri, dan jenis tanaman sayuran lainnya. Bahkan, hasil panennya menjadi lebih optimal karena memanfaatkan lumpur selokan sebagai media tanam dan juga pupuk organik.

Hal tersebut tidak terlepas karena lumpur itu banyak bahan organik dan nutrisi. Selain itu, media tanam dari bahan lumpur cukup bagus karena lebih poros dan aerasi pun sangat baik.

Pertanyaannya, bagaimana “menyulap”  lumpur got sehingga berguna sebagai media tanam dan pupuk organik berupa pupuk kompos? Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Tapi ingat, untuk memanfaatkannya, tidak boleh sembarangan. Lumpur selokan adalah limbah yang parameter kimia dan fisika belum toleran dengan lingkungan normal.

CARA MENGOLAH LUMPUR GOT

A. Untuk Media Tanam

Agar dapat dijadikan sebagai media tanam dan bisa juga untuk media semaian, maka lumpur selokan harus diproses lebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan juga menghilangkan bahan-bahan kasar seperti logam, kerikil, sampah-sampah plastik dan lainnya sebagai bahan pengotor.

Langkahnya begini :

  • Ambil lumpur sebanyak yang diinginkan dengan menggunakan cangkul atau skop dan tampung dalam karung plastik. Gunakan karung bekas yang ada lubang pori agar air dapat keluar.
  • Biarkan lumpur dalam karung 2-3 hari agar air terpisah semuanya dari lumpur
  • Setelah itu, keluarkan lumpur dari dalam karung dan tumpukkan pada lantai atau tanah. Tapi, tempatnya harus terlindungi dari terpaan hujan.
  • Biarkan tumpukan lumpur itu dan angin-anginkan selama 3-4 hari agar lumpur menjadi kering. Balik-balik tumpukan lumpur itu setiap hari agar cepat kering.
  • Ayak lumpur yang sudah kering itu dengan menggunakan ayakan ukuran 10 mess (2mm). Ini bertujuan agar kerikil, logam, dan bahan kasar lainnya tidak terikut dalam media tanam nantinya.
  • Campurkan lumpur yang telah diayak itu dengan tanah dengan perbandingan 1:1
  • Terakhir, terserah Anda. Mau digunakan langsung sebagai media tanam atau disimpan      dulu beberapa waktu, silahkan. Demikian.

Menyulap lumpur Got Untuk Pupuk Organik dan Media Tanam
Lumpur Got yang Sudah Kering. Gambar : Dokpri

B. Untuk pupuk organik (kompos)

Manfaat lainnya dari lumpur got adalah dapat dijadikan sebagai pupuk organik, yaitu pupuk kompos. Pupuk kompos dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang relatif tinggi ini bisa untuk pemupukan susulan tanaman. Bahkan, ada lagi produknya dari limbah got itu, yaitu pupuk organik cair (POC). Tapi, untuk POC akan dibahas pada postingan yang lain.

Langkah membuat pupuk kompos dari lumpur got begini :

  • Sediakan lumpur yang sudah diangin-anginkan dan juga sudah diayak sebanyak 100 kg
  • Sediakan juga pupuk kandang 20 Kg dan sekam padi sebanyak 10 Kg
  • Campurkan lumpur got, pupuk kandang, dan sekam padi. Aduk hingga bercampur rata.
  • Siramkan dengan bakteriEffective Microorganism (EM4). Caranya, 100 ml EM4 ini dicampurkan dulu dengan air gula atau molase (+/- 100 gram gula + air). Air secukupnya saja untuk menyiram campuran lumpur got tadi.
  • Siramkan ke tumpukan campuran lumpur got secara perlahan-lahan, jangan sampai becek ataupun kering. Ya, cukup sekadar membasahi saja, tapi merata. Aduk-aduk agar merata
  • Masukkan dalam karung atau tempat kotak yang sudah disediakan.
  • Tutup rapat dan dibuka sebentar +/- 5 menit setiap hari (selama 3) hari.agar temperatur/suhu menurun. Lihat juga kondisi kelembaban campuran. Jika kering, siramkan lagi dengan larutan EM4.
  • Hari ke-4 sampai hari ke-5 jangan disentuh alias jangan dibuka sama sekali.
  • Hari ke-6 dibuka tumpukan campuran lumpur got itu dan jangan ditutup lagi.
  • Hari ke-7 bongkar/keluarkan pupuk kompos yang sudah jadi itu dan angin-anginkan agar suhu turun dan kadar air rendah.
  • Jika mau ukuran butiran pupuk kompos itu lebih halus dan seragam, boleh diayak lagi sesuai ukuran yang diinginkan.

Baca juga ini :

  • Cara Membuat MOL Bonggol Pisang

Pupuk organik padatan atau pupuk kompos dari lumpur got/selokan sudah jadi dan siap untuk digunakan untuk pupuk dasar atau pupuk susulan pada tanaman sayuran atau pun tanaman buah. Demikian semoga bermanfaat. Salam buat sobat-sobat semua dan semoga sukses selalu..Amiin..

Tips Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC) |Tanaman Buah

Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)-- Sebelum berkebun, persiapkan dulu segala sesuatu yang terkait dengan budidaya tanaman. Salah satu dari sekian banyak kebutuhan bercocok tanam adalah pupuk. Sebab, tanaman yang cukup unsur hara akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Dan hasil panen pun akan meningkat dan berkualitas.

Tak perlu khawatir dengan pengeluaran biaya untuk membeli pupuk. Dan, jangan terus membayangkan uang dan harga ketika berbicara tentang pupuk. Ada pupuk yang cukup murah di sekeliling kita, yaitu limbah got atau air comberan. Mau mengolahnya? Yuk kita cari tau bagaimana memanfaatkan air limbah itu.

Pupuk berlimpah dalam got

Untuk mendapatkan pupuk tidak selalu harus mengeluarkan rupiah. Sebab, yang gratis masih banyak di sekeliling kita. Bukan pupuk subsidi dari pemerintah, tetapi pupuk dari bahan-bahan yang serba naturalbin alami.

Di antara sekian banyak sumber pupuknon-sintetis,one of them adalah limbah cair domestik yang mengalir atau tergenang dalam got atau selokan. Jadi, di dalam got, pupuk berlimpah.

Cairan bahan organik hasil dari aktivitas dari rumah tangga mengalir dalam saluran drainase mulai dari terbit fajar sampai terbit matahari lagi. Hampir 24 jam, saluran parit itu menampung berbagai jenis, warna, dan konsentrasi cairan bahan organik dari dapur, kamar mandi dan kakus (toilet).

Komponen dalam air got

Minyak makan, lemak, detergen,hair conditioner, sisa nasi, garam, darah ikan, dan sederetan yang lainnya adalah bahan-bahan yang terakumulasi dalam air got.

Tidak mengherankan jika berbagai mikroba pun hidup “mewah” di dalamnya karena bergelimpangan sumber makanannya. Ada protozoa, ganggang, bakteri patogen dannon-patogen, aeraob dan anaerob, ada virus, dan sejumlah teman-teman mikroba lainnya di dalam cairan limbah got.

Akibat, adanya interaksi bahan organik dan mikrorganisme, maka membuat parameter kimia dan biologis dalam air comberan/got meningkat sepertiBiological Oxigen Demand(BOD). Tingginya BOD menunjukkan masih banyaknya bahan organik belum terurai secara sempurna.

Bahkan, munculnya bau tidak sedap pada air got akibat adanya gas-gas hasil penguraian bahan-bahan organik. Makanya, dari berbagai kajian, air got disebut air limbah karena dapat menimbulkan persoalan pada lingkungan.

Baca juga ini  :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi

Namun, di sisi lain, proses degradasi bahan-bahan organik dalam air got menghasilkan zat-zat yang berguna untuk tanaman meskipun kadarnya relatif sedikit. Sebagian besarnya masih belum terurai dalam berbagai bentuk ikatan senyawa organik dalam air got.

Beberapa nutrisi yang dilepaskan oleh mikroba dalam air got seperti unsur hara makro (macro nutrients) N, P, K, dan lainnya. Bahkan, masih ada unsur hara mikro (miro nutrients) di dalam air got seperti Fe, Co, Mn, B, Cl , Na dan lainnya.

Sekilas tentang POC sebagai pupuk susulan

Sebelum meneruskan pengolahan air got, kita sekilas menuju ke pemupukan. Sebab, air got yang akan diolah akan dimanfaatkan nantinya untuk pemupukan, terutama pemupukan susulan.

Dalam meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman, pemupukan salah satu faktor yang menentukan hasilnya. Selain diberikan pupuk dasar pada saat pengolahan tanah, tanaman membutuhkan pupuk susulan sesuai tahapan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Nah, dalam memberikan pupuk susulan, umumnya para petani memberi juga pupuk organik cair (POC). Ada banyak manfaat menambahkan nutrisi tanaman dengan POC.

Beberapa manfaat aplikasi POC seperti cepat diserap tanaman, nutrisi makro dan mikro lengkap, mengandung mikroorganisme menguntungkan bagi tanaman, dapat menjadi bahan pembenah tanah, tanaman tahan terhadap penyakit, dan masih banyak manfaat lainnya.

Usaha budidaya tanaman  terutama tanaman sayuran seperti cabai, tomat, terung, okra, sawi, brokoli, dan lainnya, pemberian pupuk organik cair sangat perlu karena akan memberikan hasil yang signifikan.

Pupuk cair yang dimaksud bukanlah pupuk anorganik (kimia) yang dicairkan, tetapireally pupuk organik cair, yaitu pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik proses dekomposisi oleh mikroorganisme.

Cara Mengolah Air Got

Untuk mencari pupuk organik cair, tidak harus ke pasar atau toko online. Itu di sebelah rumah Anda cukup banyak tersedia dan malahan gratis. Ya, itu dia, air got atau air comberan yang bewarna cokelat/hitam dan berbau mengalir dalam saluran drainase. Air got itu bisa diolah menjadi pupuk organik cair yang kaya dengan nutrisi buat tanaman.

Bagaimana cara mengolah air comberan menjadi pupuk organik cair (POC)? Cara membuat POC dari air got cukup mudah. Anda hanya perlu sehat dan kuat untuk menimba air got itu terlebih dahulu. Semoga tetap sehat dan energik.

Alat-alat :

  • Ember
  • Timba
  • Pengaduk
  • Saringan

Bahan-bahan :

  • Air got/Comberan ..100 liter (cari yang banyak bahan organik dan bewarna pekat)
  • MOL (Microorganisme Lokal) Bonggol pisang..1 liter. Jika sulit mendapatkan MOL bonggol pisang, alternatif lain adalah MOL sayuran, MOL nanas, dan MOL air kelapa.

Baca juga ini :

  • Cara Membuat MOL Bonggol Pisang

Teknik membuatnya seperti ini :

  • Timba air got kira-kira sebanyak 100 liter dan tampung dalam ember
  • Diamkan dalam ember 1-2 hari agar semua partikel mengendap
  • Ambil cairannya saja dan masukkan dalam ember lain. Jika perlu, saring air got agar tidak terikut partikel-partikel kasar dan plastik ke dalamnya
  • Tuangkan ke dalam ember yang sudah berisi air got dengan MOL bonggol pisang
  • Aduk-aduk hingga merata
  • Tutup ember dengan rapat dan tempatkan pada lokasi yang aman dari lalulintas dan terlindungi dari teriknya sinar matahari beserta hujan.
  • Buka setiap hari selama +/- 5 menit sambil diaduk-aduk dan tutup kembali. Lakukan cara ini sampai 7 hari berturut-turut.
  • Pada hari ke-8 sampai hari ke-14, jangan dibuka ember dan tetap dalam keadaan tertutup.
  • Pupuk organik cair (POC) air got sudah jadi pada hari ke-15 dan siap untuk diaplikasikan sebagai pupuk susulan pada berbagai jenis komoditas sayuran di kebun/lahan Anda.

Cara aplikasi POC dari air got

Encerkan 10 ml POC air got dengan 1 liter air biasa. Siram/kocorkan ke tanaman sebanyak 250 ml/tanaman. Lakukan pemberian pupuk susulan dengan POC ini setiap 10 hari sekali atau sesuai kebutuhan dan perkembangan tanaman.

Tips Budidaya Cabai Rawit? Cukupi Nutrisinya Agar Panen Melimpah|Tanaman Buah

Budidaya Cabai Rawit -- Ada berbagai macam jenis cabai yang dibudidayakan petani. Tidak hanya cabai merah keriting, namun cabai rawit pun tidak terlepas dari perhatian petani.

Sebab, dari sisi kebutuhan, permintaan pasar terhadap cabai rawit relatif tinggi baik untuk bumbu masak maupun kebutuhan industri. Dari sudut budidaya, cabai kecil nanhot ini mudah tumbuh, tahan penyakit, umurnya yang lama (2-3 tahun) dan harganya yang bersaing dan menguntungkan.

Budidaya Cabai Rawit? Cukupi Nutrisinya Agar Panen Melimpah
Cabe Rawit

Tapi, bila nutrisinya nir mencukupi, ini sama saja ?B0nuh diri? Sehabis ?Menyiks4? Tumbuhan sayuran cabai rawit. Artinya, kita tidak membuat apapun kecuali keringat, ketika dan pikiran yang terkuras.

Oleh karena itu, perlu tahu bagaimana cara mencukupi nutrisinya melalui pemupukan yang sempurna dan rutin bila serius terjun menanam sayuran yg cita rasanya pedas itu.

Budidaya cabai rawit

Artikel ini sebetulnya akan mengulas khusus seputarpupuk dan pemupukan untuk cabai rawit agar hasilnya melimpah. Namun, ada baiknya juga kita singgung secuil tentang budidaya cabe rawit yang menyangkut dengan syarat tumbuh, benih, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaannya dan juga panen.

Cabai rawit dalam bahasa ilmiah dikenal dengan sebutanCapsicum frutescens.Cabai yang berwarna hijau saat muda dan merah ketika tua serta berukuran kecil termasuk dalam keluarga (family) Solanaceae. Si pedas ini, ya termasuk dalam keluarga terung-terungan.

Cabai rawit acapkali juga disebut menggunakan lombok. Jadi, jangan heran waktu terdapat yg bilang nama seperti itu. Ada poly jenis cabe rawit yg popular di tengah warga . Ada cabai rawit mini , putih, dan terdapat jua namanya ceplik.

Dari ukurannya, ketiganya tidak sinkron. Secara berturut-turut ukurannya kecil, relatif akbar & besar . Yang besar itulah ceplik. Warnanya hijau saat masih muda & berubah sebagai merah sesudah tua.

Syarat tumbuh cabai rawit

Ada yang khawatir buat menanam cabe rawit karena nir cocok tempatnya. Tenang, cabai rawit hampir pada mana-mana bisa tumbuh. Mulai berdasarkan dataran rendah hingga dataran tinggi, cabai rawit dapat hidup dan tumbuh menggunakan baik.

Asalkan kondisi fisik tanah memenuhi syarat seperti tanah yang gembur, kandungan bahan organik tinggi, dan pH-nya pada kisaran mendekati normal (6-7) bukan merupakan halangan bagi cabai rawit untuk tumbuh dan bahkan produktif.

Benih cabai rawit

Cara memperbanyak bibit cabai dengan benih relatif poly dilakukan oleh petani atau para hobies flora cabe. Sebab, perkecambahan benih cabai sangat cepat, pada waktu 4-7 hari sudah mulai tumbuh.

Benih mampu diperoleh dengan cara membeli dan bisa juga diproduksi sendiri. Untuk tujuan komersial & penanaman dalam jumlah poly, usahakan benih cabai dibeli saja yang varietas unggul dan berkualitas. Benih cabe bibit unggul cukup banyak tersedia pada toko-toko pertanian.

Namun, kalau hanya menanam cabai dalam jumlah sedikit aliasnon komersial dan sekadar hobi-hobi saja, benih tak harus membelinya di toko, cukup produksi sendiri saja.

Kebutuhan benih cabe rawit tergantung varietas cabe, luas huma dan jarak tanam. Secara umum, dengan jeda tanam 60 centimeter x 90 cm, maka dibutuhkan benih cabe rawit sebesar /- 100 gr.

Benih sebelum disemai mesti melewati perlakuan agar cepat tumbuh. Rendam benih dalam air hangat /- 6-12 jam. Bisa jua dalam air hangat dibubuhi zat per-4-ngsang tumbuh (ZPT) baik yg alami atau buatan misalnya rootmost, atonik, ekstrak bawang merah & poly lagi lainnya.

Pisahkan benih yg karam dengan yang mengambang. Ambil yg karam (bernas) lantaran ini sudah bisa dipastikan dapat tumbuh menggunakan baik. Sedangkan benih yang mengambang dibuang saja.

Cara semai benih cabai rawit

Sebelum menyemai, persiapkan dulu media semai. Media semai bisa berupa bedengan dan bisa juga polybag kecil atautray semai.

Apabila menyemai dalam bedengan, jangan lupa masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebesar dua-lima Kg per meter persegi. Lalu dicampur secara merata.

Baca juga :

  • Cara Semai Benih Cabai yang Baik dan Benar agar Cepat Tumbuh
  • Cara Memperbanyak Anakan Jahe Agar Produksi Rimpang Tinggi

Benih ditebarkan pada bedengan secara merata & jangan terlalu kedap agar pertumbuhannya mengagumkan & dapat terkena sinar matahari secara merata. Kemudian tutup benih yang telah disemai dengan daun pisang atau daun kelapa di atasnya agar cepat berkecambah. Oh, ya buat naungan pada atasnya agar terlindungi berdasarkan hujan

Jika menggunakan polybag, campurkan tanah & kompos menggunakan perbandingan dua:1. Lalu masukkan 1 benih tiap polybag. Kedalaman benih kira-kira tiga mm & tutup dengan debu pada atasnya tipis-tipis saja.

Agar cepat pertumbuhannya, ingat disiram secara rutin. Benih yang telah berumur 30 hari atau sudah tumbuh daun 4-lima helai, sudah dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Penyiapan huma & pemupukan dasar cabai rawit

Untuk menaman cabe rawit, bedengan perlu dipersiapkan menggunakan baik. Lebar bedengan, jeda antar bedengan, & drainase adalah hal perlu diperhatikan pada budidaya flora sayuran cabai rawit.

Bedengan umumnya dibentuk menggunakan lebar 1,2 meter dan jarak antar bedengan 60 cm. Sedangkan jarak tanam bermacam-macam, terdapat yang 60 x 90, 60 x 70 dan terdapat juga ukurannya 60 x 60. Dan buat jua lubang tanam menggunakan kedalaman 10-15 cm.

Tetapi, yang patut diperhatikan merupakan jangan terlalu kedap lantaran akan terganggu pertumbuhan flora baik pada hal penyerapan nutrisi maupun sinar mentari .

Pada saat penyiapan lahan atau sebelum tanam,pupuk dasar untuk cabai rawit harus segera diaplikasi. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang sebanyak 10 ton/Ha (tergantung kesuburan lahan) dan tambahkan dolomit (kaptan) sebanyak 2 ton/Ha.

Pupuk anorganik yang digunakan adalah NPK 16:16:16 sebanyak 400 Kg/Ha. Namun, jika menggunakan pupuk tunggal, berikan dalam setiap hektar luas lahan dengan 200 Kg ZA, 300 Kg SP-36 dan 200  Kg KCL. dolomit 200 Kg.

Catatan ; pemberian pupuk organik dan pupuk kimia jangan bersamaan. Berikan dulu pupuk kandang dan 1 minggu kemudian diberikan pupuk kimia. Jika menggunakan mulsa plastik, pupuk dulu baru memasang mulsa.

Penanaman cabe rawit

Setelah 1 minggu pemberian pupuk dasar & mulsa juga sudah terpasang menggunakan tepat, sekarang saatnya buat menanam. Pindahkan bibit yang sudah tumbuh daun 4-lima helai ke lubang tanam. Masukkan bibit secara perlahan-huma agar tidak terlepas tanah pada akarnya ke dalam lubang. Lalu tutup pulang & siram secukupnya.

Penyulaman & penyiangan

Semoga pada penanaman cabai rawit tumbuh semua. Namun, apabila ada yang layu, pertumbuhan abnormal, atau mungkin ada lubang kosong, maka segera lakukan penyulaman. Ini dimaksudkan agar pertumbuhan seragam & huma termanfaatkan secara aporisma.

Jangan biarkan rumput atau gulma tumbuh ?Mencuri? Nutrisi cabe rawit Anda. Lakukan penyiangan secara rutin. Jika nir menggunakan mulsa, maka penyiangan sekaligus dilakukan pendangiran agar tanah sebagai lebih gembur.

Pemasangan ajir pada flora cabai rawit

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ajir. Ajir berfungsi untuk menahan beban tanaman cabai rawit berdasarkan angin, hujan dan buahnya sebagai akibatnya tidak mudah goyah & roboh. Ajir umumnya terbuah dari bambu yg dibelah dengan berukuran 1,lima x 1,lima dan tingginya 1 meter.

Pemasangan ajir segera dilakukan selesainya tanam atau paling lambat dua minggu sesudah tanam. Pemasangan dengan cara menancapnya ke pada tanah pada dekat tumbuhan.

Pemupukan susulan cabe rawit

Memasuki umur cabai rawit 15 hari selesainya tanam, pemupukan susulan sudah boleh diaplikasikan.

Pupuk susulan I (20 HST). Pupuk yang diberikan adalah NPK 16:16:16. Cara aplikasinya dengan cara dikocor. Larutkan 1 ons NPK dalam 10 liter air. Siramkan ke tanaman sebanyak 250 ml/tanaman cabai rawit.

Pupuk susulan II diberikan pada umur tanaman 30 hari setelah tanam (HST). Pupuk yang diberikan adalah masih dengan NPK 16:16:16. Cara aplikasi dengan pengocoran. Larutkan 1,5 ons NPK  dalam 10 liter air. Siramkan ke tanaman cabai rawit sebanyak 250 ml/tanaman.

Pupuk susulan III diberikan pada umur cabai rawit 50 hari setelah tanam. Pupuk yang diberikan adalah ZA  + NPK 16:16:16. Cara aplikasinya dengan cara ditugal. Masukkan ke dalam lubang setiap tanaman sebanyak 7,5 gram (1 sendok makan) NPK + 2,5 gram ZA. Ada baiknya ZA diberikan dengan cara dikocor saja. Tapi, ini tergantung kepada Anda, mana yang lebih efektif dari sisi waktu dan dampaknya.

Baca juga ini  :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi

Karena umur cabai rawit bisa mencapai dua-3 tahun, maka pemupukan susulan tidak terhenti pada umur 40 hari selesainya tanam. Pemupukan susulan tetap diperhatikan agar tanaman cabai rawit tercukupi nutrisinya.

Pupuk susulan bisa diaplikasi setiap 1-3 bulan sekali menggunakan dosis yang diadaptasi dengan kebutuhan flora.

Dengan demikian atau menggunakan tercukupinya nutrisi, maka panen cabai rawit bukan hanya sekali atau 2 kali. Panen cabe rawit akan bisa dilakukan secara terus menerus dan hasilnya juga melimpah.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama atau organisme pengganggu tanaman (OPT) memang ada. Tetapi, jika kita bisa menjaga kebersihan lahan dan mengendalikan semenjak dini, maka serangan hama dapat diminimalisir.

Apabila terdapat pertanda agresi hama, umumnya muncul pada pucuknya dengan hadirnya kutu daun, trips, atau serangga, maka kendalikan saja menggunakan pestisida organik atau biopestisida. Dengan cara ini, hama bisa dikontrol, biaya dapat ditekan & lingkungan nir terkotori.

Usahakan juga semenjak masa tanam, perangkap lalat atau ngengat telah dipasang. Ini bertujuan agar lalat nir sempat kawin & bertelur.

Untuk gangguan jamur seperti layu fusarium, maka sebaiknya dari masa pengolahan tanah sudah diaplikasikan dengantrichoderma sp. Ini adalah jamur antagonis yang bisa menyerang/memb0nuh jamur parasit pada tanaman. Jamurtrichoderma dapat pula berfungsi sebagai biofertilizer yang mampu menyediakan hara dalam tanah.

Baca juga ini :

  • Cara Membuat Pestisida Organik Untuk Mengendalikan Hama Tanaman

Panen cabe rawit

Budidaya Cabai Rawit? Cukupi Nutrisinya Agar Panen Melimpah
Panen Buah Cabai Rawit

Tanaman cabai rawit telah dapat mulai dipanen memasuki umur 3-4 bulan. Buah cabai yang telah bisa dipanen ditandai dengan taraf kematangannya telah mencapai 70%, yaitu warnanya sudah berubah dari hijau sebagai agak coklat.

Pemanenan menggunakan memetik buahnya satu per satu beserta tangkai buahnya. Usahakan jangan terdapat ranting & cabang yang patah atau copot. Sebaiknya panen dilakukan pada saat pagi hari atau sore hari.

Demikian tentang budidaya & khususnya pelaksanaan pupuk buat cabe rawit. Dengan tercukupi nutrisi melalui pemupukan yg sempurna, panen cabai rawit pun semoga melimpah. Selamat beraktivitas dan salam sukses, ya