Showing posts with label pupuk dan pemupukan. Show all posts
Showing posts with label pupuk dan pemupukan. Show all posts

Friday, July 17, 2020

Tips 2 Manfaat Pupuk ZA Dibalik 2 Kelemahannya Untuk Tanaman|Tanaman Buah

Manfaat Pupuk ZA -- Nama ZA begitu indah terdengar. Ia tidak asing lagi bagi “pahlawan” komoditas hortikultura. Bahkan, begitu sering terucap manakala butuh pupuk, yaitu pupuk ZA. Entah karena paham betul dengan ampuhnya pupuk itu untuk tanaman, atau hanya karena petani sebelah sudah menggunakan “sepupunya” urea, itu dia pupuk ZA.

2 Manfaat Pupuk ZA Dibalik 2 Kelemahannya Untuk Tanaman
Ilustrasi manfaat pupuk ZA

Yang jelas & yang telah pasti merupakan tampilan pupuk ZA ini elok & nir kalah dengan pupuk lainnya. Tapi, bukan itu yg penting, ada yang lebih menarik dibalik warnanya. Pupuk ZA berisi unsur hara makro esensial buat tanaman yg nir dimiliki sang pupuk lain. Mungkin ini, mengapa poly yang meliriknya.

Sebelum bekerjasama lebih jauh menggunakan penggunaan pupuk ZA pada tanah, mengenal lebih dekat terutama manfaat pupuk ZA. Adalah cara cerdas pada hal pemupukan flora.

Dua huruf, yaitu ZA, yang melekat pada pupuk tersebut merupakan sebuah nama yang disingkat dari nama panjangnya, yaituZwavelzure Ammoniak(ZA). Namanya yang berbahasa Belanda,  mungkin ada kaitannya dengan sejarah penemuannya sebelum menyebar ke seluruh belahan dunia.

Sifat-sifat Pupuk ZA

Sebelum melihat manfaat pupuk ZA, mari kita simak karakteristiknya dulu. Sebab, sifat-sifat yang dimiliki pupuk ZA akan menjadi pengetahuan dan pertimbangan pada membuat keputusan. Apakah menggunakan pupuk ZA atau tidak buat menaikkan pertumbuhan & output tumbuhan. Beberapa sifat-sifat pupuk ZA adalah menjadi berikut :

  1. Penampilannya granul atau kristal higroskopis putih (menyerap molekul air)
  2. Rumus kimianya (NH4)2SO4
  3. Berat molekulnya (BM), 132, 15 g/mol (Berat Atom N=14,01, H=1,008, S=3

Dari nama dan sifat-sifatnya sebenarnya sudah terbaca, namun masih samar-samar. Pupuk ZA pada prosesnya dibuat dari reaksi ammoiak (NH3) dengan asam sulfat (H2SO4) sehingga menjadi ammonium sulfat (NH4)2SO4. Makanya, orang-orang sering menyebut dengan pupuk ammonium sulfat.

Mantap, sepertinya sudah mulai akrab dengan pupuk ZA. Jadi, pupuk ZA salah satu jenis pupuk nitrogen atau pupuk yang mengandung nitrogen, namun masih kalah dengan pupuk Urea [ CO(NH2)2 ]  kalau dipandang sebelah mata. Bahkan, kalah dari sisi nitrogen dengan pupuk amonium khlorida [ NH4Cl ] dan amonium nitrat [NH4NO3 ].

BACA :5 Jenis Pupuk Nitrogen, Anda Biasa Menggunakan yang Mana?

Kandungan unsur hara ZA

Kalau dicermati berdasarkan kandungan nitrogen, ZA hanya mengandung 21% N. Sedangkan Urea, kandungan nitrogennya 45-46%. Kandungan N pada pupuk lainnya, yaitu amonium khlorida 24% & amonium nitrat 35%.

Tapi jangan terlena dengan kadar nitrogennya saja, tengoklah ke ikatan kimia dari pupuk ini. Pupuk ZA tidak hanya kandungan N, namun didalamnya terdapat juga sulfur (S), salah satu unsur esensial yang dibutuhkan tumbuhan. Adanya dua unsur hara tersebut, yaitu N dan S merupakan laba atau kelebihan menurut pupuk ZA.

Yuk, santai mencoba hitung % N dan %S dalam ZA, benar‘nggak 21% N dan 24% S

Berapa %N pada ZA??

= 2N/[2N 8H S 4O] x 100%

= dua x 14,01 / [2x14,01 8x1,008 32,07 4x16) x 100%

= 28,02/ [28,02 8,064 32,07 64] x 100%

= 0,21 x 100%

= 21% N pada pupuk ZA

Berapa % S pada ZA??

= S/[2N + 8H + S + 4O ] x 100%

= 0,24 x 100%

= 24% S pada pupuk ZA

Jadi memberikan pupuk ZA ke tanaman ibarat pepatah ini, “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.” Kira-kira seperti itulah, sekali dayung sepeda atau pakai motor pergi ke pasar beli pupuk ZA, maka nitrogen yang dibeli dan unsur S pun dapat. Menabur ZA,  N dan S pun terikut untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

Nitrogen dalam ZA pada bentuk amonium

Pupuk ZA dengan ion NH4 + merupakan bentuk nitrogen yang “menggembirakan” bagi tanaman karena dapat diserap langsung tanpa menunggu proses ionisasi dalam tanah. Bentuk ion tersebut menambah deretan panjang nilai keunggulan dari pupuk ZA.

Ini berbeda dengan urea,  dimana pada saat diaplikasi, urea perlu penguraian di dalam tanah sebelum dapat diserap oleh tanaman dalam bentuk nitrat (NO3 -).

Ion amonium nir gampang tercuci

Adanya ion positif pada amonium mengakibatkan pupuk ZA nir mudah tercuci air. Sebab, amonium dapat terikat lebih bertenaga dalam tanah. Hal ini lantaran terjadinya pertukaran kation pada koloid tanah.

Ion negatif yang terdapat dalam koloid tanah tergantikan dengan amonium. Makanya, dalam aplikasi di lahan, pupuk ZA dapat diberikan lebih cepat lantaran tidak mudah hilang.

Jadi, dengan nir gampang tercucinya ion amonium waktu diaplikasi dalam lahan, menerangkan adanya seabrek kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh pupuk ZA.

2 Manfaat Pupuk ZA Dibalik 2 Kelemahannya Untuk Tanaman
Ilustrasi pemupukan. Gambar : pixabay.Com

Sekilas Perbedaan Pupuk Urea & Za

Setelah mengetahui sifat-sifat, kandungan hara, dan kelebihan yang dimiliki pupuk ZA, mungkin masih menyisakan tanda tanya, apa sebetulnya beda pupuk Urea dan ZA. Tabel berikut ini menunjukkan beberapa perbedaan spesifik kedua pupuk tersebut.

Item Perbedaan

Pupuk Urea

Pupuk ZA

Rumus Kimia

CO (NH2)2

(NH4)2SO4

Kandungan Unsur Hara

Nitrogen (N)

Nitrogen (N) dan Belerang (S)

Kadar Nitrogen (N)

45-46%

20-21%

Kadar Belerang (S)

0

24%

Mudah tercuci

Ya

Tidak

Penggunaan

Cocok pada tanah asam atau basa

Tidak cocok pada tanah masan

Mudah Menguap

Ya

Tidak

Menyerap uap air dari udara

sangat higroskopis

kurang higroskopis

Kelarutan

Mudah larut dalam air dan reaksi cepat

Larut, namun reaksi kerjanya agak lambat

Waktu aplikasi yang cocok

Untuk Pupuk Susulan

Pupuk Dasar

Bentuk Ion yang diserap tanaman

Nitrat (NO3 -)

Amonium (NH4 +)

Kemudahan diserap tanaman

Cepat diserap

Lambat diserap

Tabel Perbedaan Pupuk Urea dan ZA. Gambar : Dokpri

Manfaat  Pupuk ZA

Aplikasi pupuk ZA untuk mencukupi unsur hara tanaman agar pertumbuhannya subur dan produktif cukup baik.  Ada 2 manfaat pupuk ZA, yaitu :

1. Dapat memenuhi ketersediaan unsur hara nitrogen (N) bagi tanaman. Seperti diketahui bahwa unsur hara makro nitrogen cukup berperan untuk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Di samping itu, nitrogen yang tersedia akan membuat tanaman hijau subur dan juga hasil panen lebih berkualitas karena kandungan proteinnya optimal.

2.  Bermanfaat karena memberikan unsur hara S yang merupakan salah satu unsur hara makro sekunder untuk pertumbuhan tanaman.  Unsur yang satu ini cukup berperan dalam mer_4_ngsang pertumbuhan tanaman terutama dalam pembentukan bintil akar, membentuk asam amino dan dapat meningkatkan kandungan vitamin dan protein hasil panen. Bahkan, tanaman menjadi lebih hijau.

Kelemahan pupuk ZA

Ada banyak manfaat pupuk ZA dan tidak luput juga dari kekurangan yang dimilikinya. Tidak ada yang sempurna di alam ini. Yang sempurna adalah Sang Pencipta dan Pemilik Alam semesta beserta segala isinya. hmmm...maaf.., sekedartausyiahsaja sedikit.

Baca juga ini :

  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
  • Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
  • Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini

Setidaknya, ada dua kekurangan /kelemahan dibalik keunggulan atau sejumlah manfaat pupuk ZA. Awas pada penggunaannya perlu hati-hati. Jangan sembarang pakai bila belum bisa dipastikan kondisi huma yg ditanami flora. Apabila dipaksakan buat dipakai, maka kemungkinan-kemungkinan terburuk sanggup terjadi.

Ini dua kelemahan pupuk ZA :

1.  Pupuk ZA yang di dalam tanah akan terurai membentuk asam sulfat (H2SO4). Karena sifatnya asam, maka tidak dapat digunakan pada sembarang tanah. Tanah yang masam pH <5, penggunaan ZA membawa dampak buruk pada tanaman. Sudah tanah asam, ditambah lagi asam apa jadinya?? Pada tanah yang masam akan membuat tanaman ker-4-cunan. Sebab, meningkatnya unsur-unsur mikro seperti Fe, Zn, dan lainnya yang mer-4-cuni tanaman. Hara makro P yang dibutuhkan tanaman menjadi tidak tersedia karena diikat oleh alumunium dan besi, seperti ini Al-P dan Fe-P.

2.  Karena kandungan nitrogen rendah (21%), maka akan membutuhkan biaya tinggi untuk menyuplai massa nitrogen dalam jumlah tinggi. Misalnya, rekomendasi N 100 Kg per hektar, maka butuh 476, 2 Kg Pupuk ZA. Sedangkan jika menggunakan urea hanya perlu 217,4 Kg Urea. Intinya, pupuk ZA tidak efisiensi biaya dan tenaga jika ingin memberikan hara nitrogen tanaman dalam jumlah besar

Itulah dia manfaat pupuk ZA. Meskipun pupuk yang mengandung unsur N dan S ini punya nilai lebih, namun tetap saja tidak terlepas dari kekurangannya. Oleh sebab itu, jika memang harus menggunakan pupuk ini, uji tanah merupakan sesuatu yang diperlukan. Minimal berapa nilai pH tanah, apakah tanah tersebut sifatnya asam atau basa. Atau aplikasikan pada tanaman-tanaman yang toleran saja.  Salam dan semoga sukses selalu, ya. [updated by pupuklahan.blogspot.com, 10/04/2020]

Wednesday, July 15, 2020

Tips Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat|Tanaman Buah

Cara Memupuk Bawang Merah -- Untuk meningkatkan produksi bawang merah, maka jenis dan dosis  pupuk harus tepat. Karena itu, jangan memupuk bawang merah mirip dengan komoditas hortikultura lainnya. Sebab, bawang merah yang dipanen adalah umbinya, bukan daun atau buah. Di samping itu, karena umur bawang merah yang sangat pendek +/- 60 hari, maka pemberian pupuk jangan sampai berlebihan atau kekurangan.

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis dan Pupuknya

Artikel ini secara spesifik membahas tentang pemupukan bawang merah. Sedangkan bagian-bagian budidaya lainnya, misalnya pembibitan, pengolahan huma, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panen akan kita kupas dalam artikel lainnya.

Kunci sukses bawang merah di pemupukan

Agar memperoleh hasil bawang merah yg melimpah, katakanlah 1 : 10 atau 12 ton/hektar, maka ketika, jenis, dosis & cara aplikasi merupakan kunci dalam pemupukannya. Misalnya, akan sebagai sia-sia atau nihil hasilnya atau kualitasnya saat waktu anugerah pupuk tidak berbarengan menggunakan tingkat kebutuhan atau pertumbuhan tanaman bawang merah.

Demikian jua dengan jenis & dosis pupuk. P dan K wajib lebih cepat diaplikasikan ke huma. Sebab, pupuk yg mengandung unsur hara P dan K memerlukan waktu minimal 1 minggu untuk kelarutannya dalam tanah sebelum dapat diambil sang akar flora.

Bawang merah diperlukan pemupukan secara bertahap. Adatiga tahapan pemupukan bawang merah, yaitu pemupukan sebelum tanam sebagaipupuk dasar (ketika pengolahan tanah),pemupukan susulan I danSusulan II. Setiap tahapan, dosis dan jenis pupuk berbeda-beda.

PUPUK DASAR BAWANG MERAH

Asumsi bahwa tanah yang digunakan untuk menanam bawang merah cukup baik kondisinya terutama tingkat keasaman tanah (pH), berada dalamrange 5,6 – 6,5 . Oleh karena itu, lahan tidak memerlukan pengapuran dengan dolomit atau kapur tanah.

Pupuk dasar yang diberikan sebagai nutrisi bawang merah sebelum tanam hanya dua, yaitu pupuk organik dan anorganik. Mari kita lihat satu per satu.

Pupuk organik

Untuk memperbaiki sifat fisika, kimia & biologi tanah, maka perlu diberikan pupuk organik berupa pupuk sangkar atau kompos menjadi pupuk dasar flora bawang bawang merah.

Dengan menaruh pupuk organik dalam lahan tanam bawang merah, akan menciptakan struktur tanah gembur, poros, aeratif, & mempunyai daya retensi air yang baik. Kondisi tanah misalnya ini cukup bagus buat menanam bawang merah.

Bahkan, dari sisi efisiensi pemupukan, penambahan pupuk organik tidak hanya memperbaiki kondisi tanah, namun juga memberikan sejumlah unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan bawang merah. Walau kadarnya kecil, tapi punyak peran besar untuk kesuburan tanah dan tanaman.

Misalnya dari sisi unsur hara, pemberian nutrisi organik dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia dalam budidaya bawang merah. Memang jumlahnya/persentasenya kecil. Tetapi, jika pupuk organik diberikan dalam jumlah banyak (ton), maka kemungkinan besar tidak perlu memberikan pupuk kimia lagi.

Sebagai citra bisa ditinjau dalam Tabel berikut ini mengenai persentase pupuk kandang & kompos, yaitu :

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Sumber : Nan Djuarni, Kristian, dan Budi (2005)

dalam Simamora, S. & Salundik (2006)

Setiap pupuk organik kadar haranya berbeda-beda. Kalau pupuk kandang tergantung pada jenis pakan ternak, usia, alas kandang, dan lainnya. Demikian juga dengan pupuk kompos, kadar haranya dipengaruhi oleh komposisi bahan baku yang digunakan untuk pengomposan.

Berapa Kg N, P, dan K dalam 1 ton Pupuk kandang dan kompos?

Baik, kita coba gunakan persetase unsur hara N, P dan K pada Tabel di atas untuk menghitung berapa sebenarnya berat hara dalam pupuk kandang sapi dan kompos. Lalu, berapa pula kesetaraannya dengan pupuk kimia? Hasilnya dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Unsur Hara Pupuk Kandang Sapi Vs Pupuk Kimia

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Unsur Hara Kompos Vs Pupuk Kimia

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Lanjutan perbandingan unsur hara kompos dengan pupuk kimia

Dalam 1 ton pupuk kandang sapi, setara dengan 6,7 kg pupuk urea, Bayangkan kalau 10 ton pupuk kandang sapi, maka akan setara dengan 66,7 kg urea, 55,6 kg SP-36 dan 50 kg KCl.

Bagaimana dengan unsur hara pupuk kompos? Dalam 1 ton kompos setara dengan 63,3 kg pupuk ZA atau setara dengan 29,6 kg urea. Sungguh luar biasa kandungan haranya. Selengkapnya dapat dilihat pada Tabel di atas.

Kembali ke pupuk bawang merah, kebutuhanpupuk organik untuk pupuk dasar bawang merah tergantung jenis yang digunakan. Kalau menggunakanpupuk kandang sapi, maka kebutuhannya adalah 10 - 15 ton/hektar atau 1 – 1,5 ton setiap luas lahan 1000 m2.

Mengacu pada tabel di atas, ini setara dengan memberikan 30-45 kg N, 20-30 kg P dan 30-45 kg K pada lahan tanam bawang merah. Atau jika dalam bentuk pupuk buatan setara dengan 66,7 - 100 kg Urea, 55,6 - 83,3 kg SP-36, dan 50 - 75 kg KCl.

Dan apabila memakai pupuk kompos, kebutuhannya adalah 2-5 ton per hektar. Catatan  : pupuk organik yang diberikan dalam jumlah optimal lebih bagus untuk produktifitas tanah, namun pertimbangkan tenaga dan biaya yang dikeluarkan.

Kapan diberikan pupuk organik untuk bawang merah? Waktu yang paling tepat untuk menebar pupuk organik adalah sebelum tanam, yaitu 15-30 hari sebelum tanam. Tepatnya, dalam masa pengolahan tanah, sebaiknya pupuk organik sudah diberikan.

Pupuk anorganik

Pupuk anorganik yang diberikan sebagai pupuk dasar bawang merah adalah pupuk yang mengandung unsur hara tinggi. Karena kandungan hara makro dalam pupuk organik masih kurang, maka perlu diberikan pupuk kimia untuk menambah unsur hara. Unsur hara yang diperlukan 80 kg N, 100-120 kg P dan 100 – 120 kg K.

Untuk memenuhi unsur-unsur tersebut, maka pupuk yang dimaksud adalah NPK, SP-36 dan KCL. Berapa dosisnya? UntukNPK 16:16:16 sebanyak 500 Kg/Hektar,SP-36 sebanyak 100 Kg/hektar danKCL sebanyak 60 kg/hektar. Tapi ingat, jika sudah memberikan pupuk organik, maka NPK mesti dikurangi biar hemat, cukup 250 kg/hektar.

Kenapa harus diberikan lagi dengan pupuk SP-36 dan KCL, bukankah sudah diberikan NPK?? Benar sekali.Pertama, kombinasi pupuk majemuk dan tunggal lebih baik karena ada unsur-unsur lain yang dikandungnya tiap pupuk dan saling melengkapi.

Kedua, karena nitrogen diberikan secara bertahap, maka jika diberikan NPK 16:16:16 saja dalamjumlah banyak menyebabkan banyak kehilangan N.Ketiga, jika tidak ditambah dengan SP-36 dan KCL pada dosis NPK rendah, maka akan kekurangan unsur P dan K yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan pembentukan umbi bawang merah.

Kapan diberikan? Pupuk anorganik tersebut minimal 7 hari sebelum tanam bawang merah sudah harus diaplikasikan ke lahan. Sebab, pupuk yang mengandung P dan K butuh waktu untuk larut. Dengan demikian, pada saat akar bawang merah sudah mulai keluar, unsur hara yang dibutuhkan sudah siap untuk diserapnya.

Cara aplikasi pupuk kimia sebagai pupuk dasar bawang merah tidak terlalu sukar, cukup dengan disebar saja. Sebarkan pupuk tersebut ke atas bedengan yang sudah dipersiapkan. Lalu campurkan atau aduk dengan tanah secara merata.

PUPUK SUSULAN I BAWANG MERAH

Memasuki umur +/- 2 minggu setelah tanam (10-15 hari HST), bawang merah sudah harus dipupuk lagi sebagai pupuk susulan I. Untuk memacu pertumbuhan vegetatif bawang merah, pada tahap ini tidak lagi pupuk yang mengandung P dan K. Pupuk yang diberikan adalah pupuk yang mengandung nitrogen (N).

Pupuk apa yang diberikan pada susulan I ini? Berikan pupuk urea atau ZA (zwavelzure ammoniak). Jika memilih pupuk urea, maka tidak perlu lagi diberikan pupuk ZA karena keduanya sama-sama mengandung nitrogen. Dosisnya : 400 kg pupuk ZA per hektar atau 40 gram ZA per m2. Jika tidak mau menggunakan ZA, maka gunakan urea dengan dosis 180 kg urea per hektar atau 18 gram urea per m2.

Baca juga ini :

  • Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
  • Apa Pupuk Untuk Bawang Putih dan Kapan Diaplikasikan?

Sebaiknya pupuk apa, urea apa ZA pada susulan I ?  Keduanya sebenarnya baik. Pemberian ZA lebih dianjurkan karena pupuk ZA disamping mengandung nitrogen, juga mengandungunsur hara S (24% S dalam ZA) yang merupakan unsur hara makro yang diperlukan untuk pertumbuhan bawang merah, akar, batang dan daun. Namun, kekurangannya adalah persentase N yang rendah (21% N) sehingga harus diaplikasikan dalam jumlah banyak.

Bagaimana cara aplikasi pupuk susulan I untuk bawang merah? Cara pemberian pupuk susulan bawang merah, pilihlah yang tidak mengundang resiko.

Maksudnya begini, kalau pupuk susulan seperti urea atau ZA diberikan dengancara disebar, maka resikonya adalah mudahnya penguapan/hilang unsur N dalam bentuk amoniak ke udara dan juga menimbulkan efek pada daun bawang merah, yaitu terbakar daun kalau tidak segera disiram setelah pemupukan.

Pemberian pupuk urea atau ZA dengancara ditempakan dalam larikan. Buat larikan sedalam 5 cm diantara barisan bawang merah, lalu tempatkan pupuk. Setelah pupuk diberikan dalam larikan, tutup segera untuk menghindari penguapan. Tugas yang terakhir adalah penyiraman agar pupuk segera larut dan dapat diserap tanaman bawang merah.

PUPUK SUSULAN II BAWANG MERAH

Pemupukan bawang merah masih harus diberikan pada umur tanaman 25-35 hari setelah tanam (HST). Pada tahapan ini (SUSULAN II) bawang merah membentuk umbi. Oleh karena itu, unsur nitrogen sangat diperlukan dalam proses fotosintesis dan pembentukan karbohidrat.

Baca juga ini :

  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
  • Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
  • Cara Membuat Pupuk Kompos Siap Pakai dalam 7 Hari
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini

Kebutuhan N pada pemupukan susulan kedua untuk tanaman bawang merah sebanyak 80-85 kg/hektar. Cara pemupukan bawang merah pada tahap ini cukup mudah, kurang lebih seperti pemupukan pada tahapan susulan I.

Agar lebih jelas, begini cara memupuknya. Berikan pupuk urea sebanyak 175 – 180 Kg/hektar dengan cara ditempatkan dalam larikan, namun hati-hati karena pada tahapan ini bawang merah sudah mulai terbentuk umbinya. Dan jangan lupa untuk penyiraman setelah dilakukan pemupukan.

Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yang Tepat
Pupuk dan Pemupukan Bawang Merah.

Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Usai sudah ulasan tentang pupuk dan pemupukan bawang merah. Semoga informasi yang Sobat baca menjadi bermanfaat, terutama sebagai tambahan pengetahuan dalam budidaya bawang merah. Selamat beraktifitas dan diiringi do’a sukses selalu, amiin. [Updated by pupuklahan.blogspot.com, 04/02/2020]

Ini Video Cara Menanam Bawang Merah dalam Pot

Tuesday, July 14, 2020

Tips Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?|Tanaman Buah

Urea Sumber Hara Nitrogen (N)-- Untuk memacu pertumbuhan dan perkembangan tanaman, pupuk menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Sebab, jika salah satu unsur hara saja tidak tersedia untuk tanaman, maka pertumbuhan tanaman akan terganggu. Pertumbuhan kerdil, daun kuning pucat, mengerut, layu, dan sebagainya adalah bukti dari tidak tersedianya nutrisi yang cukup untuknya.

Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?

Pupuk organik dan anorganik adalah dua jenis pupuk yang dapat menyediakan sejumlah unsur hara sebagai nutrisi tanaman. Di dalam pupuk organik, terdapat unsur-unsur hara esensial seperti N, P, K, Mg, S, dan sejumlah unsur lainnya baik makro maupun mikro. Meskipun jumlahnya kecil, namun pupuk organik mengandung unsur hara lengkap. Tidak hanya menyediakan hara tanaman, tetapi pupuk organik juga dapat memperbaiki sifat fisika dan biologis tanah.

Jenis pupuk lainnya yang cepat tersedia hara untuk tanaman adalah pupuk anorganik. Pupuk ini dikalangan petani, umumnya, dikenal dengan sebutan pupuk kimia. Benar, tidak salah karena memang diproduksi dengan mereaksikan bahan-bahan kimia tertentu. Karena itu, sejumlah unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, pun ada dalam pupuk tersebut. Ada hara yang tersedia dalam pupuk majemuk, tentu ada juga dalam pupuk tunggal. Lengkap,deh.

Peran Nitrogen Bagi Tanaman

Sebelum berkiprah lebih dekat menggunakan pupuk urea, secuil saja ingin saya bilang begini. Di dalam analisis jaringan tumbuhan yg telah dilakukan sang para peneliti tumbuhan, rupanya komposisi unsur kimia yang paling tinggi jumlahnya (selain C,H, & O) adalah nitrogen (N) dan lalu disusul oleh unsur P, K & sejumlah unsur lainnya.

Tanaman menyerap zat lemas (N) itu dalam bentuk ion kimia, yaitu bentuk NO3 - dan NH4 +. Tanaman mudah sekali mengambil nitrat dari pada bentuk amonium. Mengapa? Ini karena nitrat berada dalam larutan tanah. Karena itu pula, maka nitrat gampang sekali terbawa air (tercuci) mengalir jauh entah kemana.

Okay, apa peran nitrogen sebenarnya untuk tanaman sehingga jumlahnya begitu tinggi dalam jaringannya? Setidaknya ada lima fungsi atau peran dari zat lemas (nitrogen), yaitu :

  • Memacu atau meningkatkan pertumbuhan tanaman secara vegetatif
  • Kandungan protein protein dalam tubuh tanaman lebih tinggi
  • Menghijaukan daun-daun tanaman
  • Tanaman yang menghasilkan daun, kualitasnya bagus
  • Aktivitas mikroba tanah meningkat karena adanya unsur nitrogen dalam tanah sehingga dekomposisi bahan organik menjadi lancar.

Tanaman apapun membutuhkan kadar nitrogen dalam jumlah nisbi tinggi terutama buat pertumbuhan vegetatif. Perkembangan btg, cabang, tunas & daun terganggu jika kurang cukupnya asupan nitrogen. Tetapi, seiring perubahan fase dari vegetatif ke generatif, kebutuhan nitrogen secara bertahap akan menjadi lebih rendah.

Jenis Jenis Pupuk Nitrogen

Postingan akan penekanan dalam pupuk sintesis, yaitu pupuk anorganik. Karena itu, berbicara pupuk nitrogen sangat poly jenisnya. Mungkin, begitu membayangkan pupuk mengandung nitrogen, langsung alam pikiran terbawa ke pupuk urea. Benar sekali alias nir galat.

Sayangnya, yang namanya pupuk yang mengandung nutrisi N bukanlah hanya urea, namun cukup banyak pupuk yang seperti itu. Sekedar mengenal atau mengingatkan kembali saja, jenis pupuk nitrogen lain yang mampu memenuhi kecukupan N bagi tanaman, yaitu amonium nitrat [NH4NO3], kalium nitrat [KNO3], Amonium sulfanitrat (ASN), dan ada juga ZA

Pupuk Urea

Jenis-jenis pupuk yg tadi pada atas mengandung nitrogen menggunakan persentase yang berbeda-beda. Tapi, yang kentara, kandungan nitrogennya di bawah pupuk urea. Pupuk urea mengandung nitrogen sebesar 45-46%. Makanya, urea relatif dikenal dikalangan pegiat tanaman atau petani.

Pupuk kimia ini dengan rumus kimia [CO(NH2)2], nama lainnyadiaminomethanal, cukup luas penggunaannya dalam meningkatkan hasil pertanian. Urea salah satu sumber nitrogen untuk mencukupi kebutuhan N pada tanaman. Tanaman tidak mengambil mentah-mentah urea sebagai nutrisinya, tetapi terhidrolis terlebih dahulu menjadi bentuk ion, yaitu ion amonium (NH4 +). Meskipun kadar N dalam urea 46%, namun yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman hanya separuhnya dan yang lain hilang dalam berbagai bentuk.

Kemana separuhnya lagi? hilang terbang menguap, lenyap terbawa air (leaching), dan lainnya. Yang pasti bahwa saat urea diaplikasi ke lahan, apalagi tanah miskin hara, ia akan kembali terhidrolisis sebelum menjadi amonium dan nitrat, yaitu menjadi CO2 dan NH3. Nah, NH3 (amoniak) yang berbentuk gas mudah menguap. Nitrat yang berbentuk ion negatif ( NO3 - ) mudah tercuci. Air dan akar tanaman berlomba-lomba mengambil nitrat. Tanaman ingin menjerapnya, sementara air membawa masa nitrat itu.

Sifat-sifat Pupuk Urea

Bagaimana sebenarnya sifat-sifat pupuk urea? Untuk mengetahui selengkapnya, yuk kita lihat beberapa sifatnya seperti ini dia :

  • Rumus molekul CO(NH2)2
  • Berat molekul relatif (MR) atauMR urea, 60 g/mol
  • Kandungan nitrogen 46%
  • Higroskopis (menyerap uap air dari udara)
  • Mudah larut dalam air
  • Volatile (mudah menguap ke udara)
  • Warnanya umumnya putih
  • Bentuknya curah (prill), granuler, bola-bola, kotak, briket, dan tablet

Itulah beberapa sifat dari pupuk urea. Oh, ya! Sekilas ingin menunjukkan kenapa kandungan N nya 46%. Dalam ilmu kimia dikenal menggunakan atom nisbi (Ar) dan molekul relatif (Mr). Jadi urea memiliki berat Ar C=12, O=8, N=14, H=1 (bisa dipandang pada susunan terjadwal unsur-unsur kimia), maka :

  • Berat Mr urea = jumlah semua Ar urea, yaitu Ar C + Ar O + 2 Ar N + 4 Ar H
  • Berat Mr Urea = 12 + 16 + 28 + 4 = 60
  • % N dalam urea = Berat 2 Ar N/Berat Mr Urea
  • Jadi, %N dalam urea = 28/60 = 46%

Kelebihan urea

Untuk kelebihan pupuk urea, sepertinya, tidak usah diceritakan lagi. Sebab, hampir setiap penanaman diaplikasikan urea. Urea lebihnya adalah kandungan nitrogen (46%), gampang diserap flora, & bisa digunakan buat banyak sekali keperluan lain misalnya menaikkan hara kompos. Untuk tambak pula mampu dipakai urea ini buat kesuburannya. Dalam hal aplikasi pun cukup gampang, mau ditebarkan atau dikocor, terserah tinggal pilih mana yang lebih menguntungkan.

Kekurangan pupuk urea

Di balik kelebihannya, rupanya masih pula terdapat sejumlah kekurangan dari pupuk urea. Tentu ini juga sebagai pertimbangan dalam penggunaannya. Kurangnya, apa? Sebenarnya, pada atas sudah diceritakan, akan tetapi tidak apa hanya mengulang balik saja. Inilah beberapa kekurangannya, yaitu :

  • Mudah menguap karena sifatnyavolatile
  • Mudah tercuci oleh air (leaching)
  • Mudah mencair karena menyerap air dari udara
  • Jika terkena daun dan batang akan seperti terbakar (tanaman terganggu)
  • Hanya sebagian saja termanfaatkan oleh tanaman, lainnya hilang seperti sudah diuraikan di atas.
  • Tidak dapat memperbaiki struktur tanah atau dengan kata lain, pada penggunaan jangka lama akan membuat tanah keras (sulit diolah)
Pupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why?
Pupuk Urea. Gambar : Dokpri

Warna pupuk urea bersubsidi

Jangan sampai kaget apabila menemukan pupuk urea yang tersebar berwarna relatif merah muda. Sebab, warna tersebut memberitahuakn warna pupuk bersubsidi. Ini dilakukan agar tidak terdapat penyalahgunaan pada penyaluran pupuk bersubsidi. Jadi, yg bersubsidi itu agak merah warnanya atau biasa disebut dengan warna pink.

Baca juga Ini :

  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
  • Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
  • 2 Manfaat Pupuk ZA dibalik 2 Kelemahannya untuk Tanaman

Semoga informasi dalam postingan ini yang berjudulPupuk Urea Sebagai Sumber Hara Nitrogen (N) Tanaman yang Sulit Dilupakan, Why? dapat bermanfaat. paling tidak, artikel ini dapat menambah pengetahuan dalam hal pemupukan. Akhir kata, salam sukses.

Monday, July 13, 2020

Tips Pupuk NPK Phonska Plus, Panen Meningkat Karena Peran 5 Unsur Ini|Tanaman Buah

Pupuk NPK Phonska Plus -- Untuk menunjang pertumbuhan dan produksi tanaman, pupuk NPK menjadi andalan petani terutama pupuk NPK phonska plus. Petani mengincarnya bukan tanpa alasan. Masih ingat dengan slogan dari brosur pupuk phonska plus? Begini kalimatnya,  “Plus Kandungannya,  Plus Panennya.” Barangkali itu bisa menjadi salah satu alasan karena ungkapannya begitu “menggoda,” di samping alasan logis dan realistis lainnya.

Pupuk NPK Phonska Plus, Panen Meningkat Karena Peran 5 Unsur Ini

Alasan lainnya, warta yang ditunjukkan oleh petani tetangga, produksi tanamannya luar biasa meningkat. Dengan liputan ini, kentara sudah bahwa efek positif NPK phonska plus terhadap tanaman tidak usah diagukan lagi.

Memang wajar NPK phonska plus menjadi pilihan buat nutrisi tanaman . Mengapa? Sebab, pupuk beragam ini jelas mengandung nilai plusnya dengan sejumlah hara cepat tersedia sebagai akibatnya bisa menaikkan output produksi tanaman .

Tidak hanya mengandung unsur hara makro utama, tetapi NPK phonska plus diperkaya dengan hara sekunder & plus unsur mikronya.

NPK plus "logistik pahlawan pangan" berdasarkan Petrokimia Gresik

Pupuk NPK phonska plus ini adalah pupuk anorganik atau yang dikenal dengan pupuk kimia yang diproduksi oleh salah satu perusahaan besar, yaitu PT. Petrokimia Gresik yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.  Tidak hanya pupuk NPK, tetapi produksinya termasuk juga pupuk ZA, urea, fosfat dan lainnya.

Kapasitas produksi pupuk per tahun tak perlu diragukan, jumlahnya ratusan hingga ribuan ton per tahun buat memenuhi ?Logistik pahlawan pangan,? Yaitu pupuk flora pertanian & perkebunan.

Kandungan Kimia pupuk phonska plus

Itu sekilas tentang produser biar kita tau dari mana pupuk NPK phonska plus. Baik, kembali kita ke pupuk NPK.  Apa saja kandungan pupuk phonska plus sehingga banyak petani sangat tertarik menggunakan pupuk ini?

Sebenarnya, pupuk phonska plus nir tidak selaras jauh dengan pupuk NPK lainnya. Sebab, pupuk berbentuk granular ini, kandungannya juga unsur hara N, P & K. Tapi, terdapat lebihnya yang diperkaya dengan belerang & seng. Ini kandungan unsur hara pada pupuk NPK phonska plus, yaitu :

  • Nitrogen (N) disebut juga zat lemas : 15%
  • Fosfor dalam bentuk Phosfat (P2O5) : 15%
  • Kalium (K2O) atau Potasium : 15%
  • Sulfur (S) yang dikenal dengan Belerang : 9%
  • Zinc (Zn) yang dalam bahasa indonesia Seng (Zn) : 2.000 ppm (part per million)

Jadi, pupuk phonska plus, pada samping kandungan NPK (15:15:15), pula mengandung belerang (S) & Seng (Zn) masing-masing 9% & 2.000 ppm. Unsur-unsur tersebut sangat bermanfaat buat tumbuhan baik dalam masa vegetatif (pertumbuhan) maupun generatif (bunga dan butir).

Karakteristik Phonska plus

Beberapa karakteristik pupuk phonska plus dapat dilihat mulai sifat fisika sampai dengan sifat kimianya. Beberapa sifat pupuk unggulan tersebut adalah  sebagai berikut :

  • Warnanya putih
  • Mudah larut dalam air
  • Mudah mencair dan menggumpal jika terkena udara (higroskopis)
  • Bentuknya butiran atau granul
  • Kandungan hara makro N 15% ,P 15 % ,K 15% dan S 9%
  • Kandungan hara mikro adalah seng (Zn) sebesar 2000 ppm

Manfaat dan keunggulan phonska plus

Setelah mengetahui sifat-sifat dari pupuk NPK phonska plus, sebenarnya manfaat dan keunggulannya telah bisa ditebak, yaitu ada N, P, K & S serta plusnya Zn. Secara generik, benar-benar besar manfaat menurut pupuk berwarna putih ini. Tidak hanya memacu pertumbuhan akar, btg, tunas & daun, namun menaikkan hasil panen berupa biji & butir.

Masing-masing berdasarkan lima unsur hara ini, yaitu N,P,K,S dan Zn yang terdapat pada pupuk phonska plus, memiliki peran terhadap pertumbuhan & perkembangan tumbuhan. Lantaran itu, manfaat dan keunggulan menurut pupuk phonska plus dari kiprah lima unsur hara yg dikandungnya, yaitu :

  1. Di dalamnya terdapat unsurnitrogen (N) yang berperan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman. Bahkan, berperan juga dalam pembentukan khlorofil, lemak, protein dan senyawa lainnya.
  2. Dengan adanya kadarfosfor (P) dalam bentuk fosfat, maka sangat bermanfaat dalam mempercepat pembentukan bunga dan buah serta pemasakan biji dan buah. Dengan demikian dapat mempertinggi hasil panen
  3. Tanaman tahan terhadap serangan penyakit karena adanya antibodi yang terbentuk. Tentu ini karena peran unsurkalium (K) yang ada dalam pupuk phonska plus.  Dengan adanya K, maka tanaman juga terbantu dalam pembentukan protein dan karbohidrat.  Bahkan, kalium membuat tanaman tahan terhadap kekeringan.
  4. Adanya kandungan hara makro sekunder, yaitubelerang (S), membuat hasil panen berkualitas dan memiliki daya simpan yang relatif lama. Tidak hanya daya simpan, namun daya tahan tanaman terhadap serangan jamur pun menjadi lebih kuat karena kehadiran unsur belerang.
  5. Unsur mikro Zn memang kecil hanya 2000 ppm dalam phonska plus, tapi jumlahnya yang tepat. Karena itu, sangat unggul dan memainkan peran penting dalam penyerapan unsur-unsur lain seperti N,P,K, dan S sehingga pembentukan akar, batang, tunas, daun, bunga dan buah dapat optimal. Seng dalam phonska plus juga berperan dalam membentuk hormon pengatur tumbuh tanaman. Manfaat lainnya dari adanya Zn, tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Terlepas berdasarkan phonska plus, tapi kiprah unsur hara mikro Zn sudah dibuktikan sendiri oleh petani. Lahan-huma yg kekurangan unsur mikro, akan kembali produktif & dapat menaikkan output panen waktu diaplikasikan pupuk yang mengandung unsur mikro seng (Zn) dan tembaga (Cu).

Sebuah analisis seperti ditulis oleh Novizan (2007) dalam karyanyaPetunjuk Pemupukan yang Efektif, “...Hasil analisis tanah pada 10 provinsi di Indonesia menunjukkan, pada tanah yang telah mendapat program pengapuran terjadi kekurangan unsur Cu dan Zn. Penambahan pupuk Cu dan Zn ternyata meningkatkan hasil panen yang sangat berarti. Padi sawah, hasil panen meningkat 17,5%, padi gogo menunjukkan peningkatan sebesar 15%, dan pada kedelai meningkat sampai 24%.”

Kelebihan memupuk dengan phonska plus

Bicara soal kelebihan NPK phonska plus, tidak usah diragukan lagi. Sudah banyak yg membuktikannya. Sepertinya, tidak relatif istilah-istilah buat mengatakannya. Demikianlah kira-kira gambaran menurut penulis. Berikut ini beberapa kelebihan, yaitu :

  • Hemat energi dan biaya karena phonska plus adalah pupuk majemuk.
  • Untuk kecukupan hara N,P,K,S dan Zn, tidak perlu lagi menggunakan pupuk tunggal urea, SP-36, KCl, CaSO4 dan garam anorganik ZnSO4
  • Kebutuhan N,P,K,S dan Zn untuk pertumbuhan dan peningkatan hasil panen sudah lengkap dalam phonska plus
  • Sangat cocok diberikan pada tanah-tanah yang sering diberikan pengapuran, apalagi pengapuran dalam dosis tinggi.
  • Tepat sekali jika diberikan pada tanah yang kekurangan hara mikro khususnya hara seng (Zn)
  • Dapat diberikan pada tanah yang kekurangan atau kahat belerang (S)
  • Dapat diaplikasi pada berbagai jenis tanaman, seperti tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan.
  • Tidak menimbulkan sifat toksik (keracunan) pada tanah dan tanaman karena unsur hara dan kadarnya yang sudah sangat tepat di dalamnya.

Baca jua ini :

  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
  • Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
  • Cara Membuat Pupuk Kompos Siap Pakai dalam 7 Hari
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Cara Membuat Tepung Darah untuk Meningkatkan Kualitas Kompos
  • Pupuk untuk Stroberi agar Subur dan Produksi Buah Lebat

Kekurangan memupuk menggunakan phonska plus

Sebenarnya pupuk phonska plus ini hampir nir terdapat kekurangan. Pupuk ini memang sudah diproduksi menggunakan kualitas tinggi dan diminimalisir efek negatifnya. Akan namun, bila dikaji lebih jauh, terutama unsur belerang (S) yang bersifat asam, maka akan ditemukan kekurangan walau jumlahnya memang kecil, yaitu :

  • Kurang cocok diaplikasikan pada tanah dengan nilai pH (keasaman) sangat rendah atau dengan kata lain kurang cocok pada tanah masam. Jikapun mau diaplikasi harus diimbangi dengan pengapuran terlebih dahulu.
  • Tidak cocok pada lahan-lahan yang baru dibuka. Lahan yang baru dibuka, terutama daerah tropis dengan curah hujan tinggi, bersifat asam. Pada tanah bersifat asam, unsur mikro tersedia dengan jumlah yang berlebih dan berpotensi meracuni tanaman
  • Pemupukan dengan pupuk kimia yang terus menerus akan menurunkan kesuburan tanah, terutama struktur tanah akan keras dan sukar diolah. Bahkan, dalam jangka panjang, dampak pemupukan dengan pupuk anorganik akan merusak lingkungan dan ekosistem yang berada di sekitar areal pertanian. Oleh karena itu, meskipun memupuk dengan NPK phonska plus, tapi harus diimbangi dengan pemberian pupuk organik, seperti pupuk kandang, kompos, dan pupuk organik lainnya.

Secara umum, pupuk NPK phonska plus lebih unggul menurut pupuk NPK lainnya. Kandungan plus Zn, menciptakan pupuk ini lain berdasarkan yg lain. Tidak hanya menghijaukan tumbuhan, namun lebih berdasarkan itu. Pupuk ini bisa ?Menghijaukan? Pendapatan petani alias kesejahteraan melalui peningkatan hasil dan kualitas panen. Oh, ya..Bila membeli pupuk NPK phonska plus, ini tandanya, terdapat cap kerbau emas dikemasannya & berat bersihnya 25 kg.

Saturday, July 11, 2020

Tips Cara Pemupukan Susulan Bawang Merah dan Dosis Pupuk per Tanaman|Tanaman Buah

Pemupukan Susulan Bawang Merah -- Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas bawang merah, pupuk menjadi salah satu yang sangat menentukan. Jika salah cara pemupukan, maka akan mengalami gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangan bawang merah. Oleh karena itu, cara pemupukan bawang merah harus menjadi perhatian yang serius terutama pada saat pemupukan susulan.

Pemupukan bawang merah menggunakan pengocoran

Sebenarnya, pemupukan susulan bawang merah sangat mudah seandainya tidak menggunakan mulsa. Sebab, pupuk susulan  untuk bawang merah dapat ditebar di atas bedengan atau dalam larikan secara langsung. Namun, karena dalam budidaya bawang merah sudah menggunakan mulsa, maka pemupukan susulan harus ditempuh dengan cara lain, yaitu pengocoran.

BACA :Mau Hasil Bawang Merah Melimpah? Inilah Jenis Pupuknya yg Tepat

Pengocoran yang dimaksud pada sini adalah teknik anugerah pupuk susulan bawang merah dengan cara menyiram larutan pupuk ke pangkal atau daerah dekat perakaran flora. Larutan pupuk harus dibentuk terlebih dahulu dengan konsentrasi tertentu sinkron menggunakan kebutuhan tanaman . Pendek kata, pupuk dilarutkan pada air sebelum diberikan ke tanaman dengan takaran yang tepat.

Sekadarreview atau mengingatkan kembali bahwa ada tiga tahapan pemupukan bawang merah, yaitu 7 hari sebelum tanam, 10-15 hari setelah tanam (susulan I) dan 30-35 hari setelah tanam (susulan II).

Kebutuhan pupuk buat menanam bawang merah

Jenis dan takaran pupuk bawang merah buat huma tanam 1 hektar menjadi berikut :

  • Pupuk sebelum tanam : 500 kg NPK (jika ada pemberian pupuk kandang, cukup 250 kg NPK) + SP-36 50-100 kg, dan KCL 30-60 kg
  • Pupuk susulan I : Urea 180 kg atau bisa juga dengan ZA 400 kg
  • Pupuk susulan II : Urea 180 kg

Bagaimana cara pemupukan bawang merah pada susulan I & II? Lantaran lahan sudah terpasang mulsa, maka pemupukan harus dikocor. Dengan pengocoran, pupuk pribadi meresap ke pada tanah pada kurang lebih perakaran & akan gampang diserap oleh akar. Namun, pada pemberian pupuk harus juga tepat dosisnya, nir boleh berlebih atau mungkin terlalu kecil jumlahnya.

Cara Pemupukan Susulan Bawang Merah dan Dosis Pupuk per Tanaman
Penyiapan Lahan Bawang Merah & Pemasangan Mulsa

Gambar : Dokpri

Dosis pupuk buat pengocoran bawang merah dalam pemupukan susulan I

Berikan pupuk ZA sebanyak 400 kg per hektar dalam usia bawang merah 15 hari sesudah tanam menggunakan cara dikocor. Caranya, larutkan 2 ? Dua,lima gr pupuk ZA pada 250 ml air dan kocorkan/siramkan ke pangkal bawang merah/lebih kurang perakaran. Ini adalah takaran pemupukan susulan I menggunakan pupuk ZA adalah dua ? 2,5 gram/250 mililiter air/tumbuhan bawang merah.

Agar lebih mudah pada membuat larutan pupuk buat pengocoran bawang merah, larutkan 80-100 gr ZA atau 1 genggam ZA ke dalam 10 liter air. Lalu, kocor/siram 250 mililiter per flora bawang merah.

Dosis pengocoran pada pemupukan susulan II

Untuk susulan II, pemupukan menggunakan urea sebesar 180 Kg per hektar dalam usia bawang merah 30-35 hari selesainya tanam. Cara pengocoran, larutkan pupuk urea sebanyak 0,9 ? 1,1 gram urea dalam 250 ml air & kocorkan/siram ke pangkal tanam bawang merah/kurang lebih perakaran. Dengan kata lain, takaran pupuk urea pada pemupukan susulan II adalah 0,9 ? 1,1 gram/250 mililiter/tanaman bawang merah.

Untuk menyesuaikan dengan volume gembor, tinggal kalikan saja dengan dosis seperti di atas. Misalnya, volume gembor isinya 15 liter. Untuk menyesuaikan, kita akan membuat 15 liter larutan pupuk urea pada pemupukan susulan II, maka jumlah urea adalah15 x 0,9 x 1000/250 = 54 gram urea. Artinya, 54 gram urea dilarutkan dalam 15 liter air dan disiramkan untuk 60 tanaman bawang merah (250 ml/tanaman atau 1 liter untuk 4 tanaman).

Baca pula ini :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
  • Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar

Waktu pengocoran pupuk buat bawang merah

Jangan melakukan pengocoran dalam pagi hari atau ketika terik matahari lantaran akan membakar daun tumbuhan bawang merah. Sebaiknya, pengocoran pupuk buat bawang merah dilakukan dalam sore hari, menjelang mentari terbenam, atau malam hari bila terdapat pencahayaan.

Demikian cara pemupukan susulan bawang merah. Jika terpasang mulsa menjadi epilog bedengan, maka pengocoran sebagai alternatif cara pemupukan bawang merah. Semoga berguna dan salam sukses.

Friday, July 10, 2020

Tips 4 Cara Aplikasi dan Manfaat Trichoderma Sebagai Jamur Antagonis Pada Tanaman Hortikultura |Tanaman Buah

Manfaat dan AplikasiTrichoderma  -- Penyakit layu fusarium dan busuk akar/batang pada tanaman hortikultura, seperti tomat, cabai, bawang merah, semangka, kentang, dan lainnya, kerap kali muncul dan mengganggu pikiran petani setiap kali musim tanam tiba.

Apalagi, jika musim hujan, perkembangannya luar biasa cepat. Jamur patogen itu menjadi momok dan bagaikan “hantu” yang menakutkan petani. Usaha pengendalian dengan penggunaan pestisida berbahan r4-c-un kimia, sepertinya sudah tidak efektif dan hanya membawa dampak negatif terhadap lahan dan ekosistem.

4 Cara Aplikasi dan Manfaat Trichoderma Sebagai Jamur Antagonis Pada Tanaman Hortikultura
Trichoderma.

Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Trichoderma

Trichoderma punya "keahlian" melindungi tanaman Anda

Tapi, Sobat tani tak usah pusing lagi, serahkan sama jamurtrichoderma yang punya "keahlian" melindungi tanaman Anda. Trichoderma mampu mengendalikan jamur yang merugikan tanaman. Cendawan antagonis ini menjaga akar tanaman dari serangan jamur patogen.

Dengan dosis dan cara aplikasi yang tepat, maka persoalan penyakit tanaman dapat dikendalikan semaksimal mungkin.Trichoderma bekerja menghambat dan bahkan membvnuh jika jamur patogen itu masih “membandel.”

Sebutan lain jamur trichoderma

Oh, ya, udah tau, belum? Jamurtrichoderma memiliki sejumlah istilah yang terkadang membingungkan kalau belum familiar dengannya. Sebenarnya, semua istilah tersebut menunjukkan betapa dasyatnyatrichoderma yang berperan dalam “menjaga” tanaman petani dari serangan musuh yang merugikan.

Beberapa istilah terhadap jamurtrichoderma yang sering diucapkan atau dibicarakan orang,  yaitu ;  jamur antagonis, agens hayati, pupuk hayati atau biofertilizer, biofungisida, agens biokontrol, anti fungal, predator alami, agensia pengendali patogen hayati, dekomposer bahan organik, dan lainnya.

Sekali lagi, semua istilah tersebut meyakinkan kita bahwatrichoderma bukan sekadar jamur biasa, tetapi jamur yang yang sangat bermanfaat dalam dunia pertanian.

CaraTrichodermaMembvnuh Jamur Patogen

Jamur patogen selalu sajapengen dekat-dekat dengan akar tanaman. Dialah yang menyebabkan akar tanaman busuk, busuk pangkal batang, dan layu fusarium yang disebabkan oleh jamurfusarium oxysporum.

Perkembangan populasinya pun sedemikian cepat dalam tanah. Kondisi tanah yang lembab, becek, dan hujan merupakan kondisi yang sangat menguntungkannya. Jamur ini membuat tanaman sakit, layu dan akhirnya mati.

Kehadiran agens antagonis, yaitu jamurtrichoderma yang bersifat parasit, akan menghambat pertumbuhan jamur patogen.Trichoderma mengeluar enzim ber-4-cun (toxin), melilit tubuh jamur patogen, dan menghisapnya sampai jamur patogen itu terbvnuh dan tewas seketika.

Dan, jamurtrichoderma dengan setia berada dekat perakaran melindungi tanaman dari serangan organisme pengganggu, khususnya jamur patogen tular tanah.

Baca juga Ini :

  • Cara Mudah Menanam kunyit dalam Karung

Ciri-ciri Tanaman Terserang Jamur Patogen

Jika tanaman sudah terserang jamur patogen, akan menunjukkan tanda atau ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri itu sebenarnya sebuah bahasa jamur patogen untuk memberi tahu petani. Jamur bilang, “Pak tani, kami telah datang.” J Ciri-ciri tanaman terserang jamur patogen adalah sebagai berikut :

  • Daun-daun menguning dan layu secara tiba-tiba
  • Pucuk mulai rebah terkulai
  • Batang dan akar mulai membusuk
  • Terdapat bercak-bercak putih pada akar dan pangkal tanaman
  • Pada tanaman bawang, umbi menciut dan membusuk
  • Jika tanaman sedang berbunga, maka bunga dan buah mulai berguguran karena suplai nutrisi dari akar sudah terhenti

Manfaattrichoderma

Berbicara manfaat dari agensia biokontrol ini (Biological Control Agent), rasa-rasanya tak usah diragukan lagi. Selain sebagai pengendali jamur patogen,trichoderma memiliki multimanfaat lainnya. Beberapa manfaat trichoderma, yaitu :

  • Karena ia sebagai biofungisida, makatrichoderma merupakan fungisida hayati yang bermanfaat dalam mengendalikan jamur patogen
  • Dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologis tanah. Ini karenatrichoderma berfungsi sebagai biofertilizer atau disebut juga pupuktrichoderma. Jamur ini membuat struktur tanah menjadi gembur, membuat akar mudah menyerap hara terutama posfat (P), dan meningkatkan aktifitas mikroba      tanah.
  • Merombak bahan-bahan organik dalam tanah karenatrichoderma berperan juga sebagai dekomposer. Dengan penguraian bahan organik, maka unsur-unsur hara menjadi tersedia bagi tanaman.
  • Trichoderma bisa dijadikan sebagai aktivator pada pengomposan
  • Menjadikan tanah dan tanaman lebih sehat, subur dan produktif
  • Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman hortikultura
  • Meningkatkan stamina tanaman
  • Mencegah atau megendalikan penyakit layu fusarium, busuk akar, busuk umbi, dan busuk pangkal batang
  • Mencegah infeksi bakteri lain pada tanaman

Itulah beberapa manfaat daritrichoderma. Ternyatatrichoderma bukanlah jamur-jamuran, tapi jamur yang efektif yang berperan sebagai predator alami dengan cara membvnuh jamur patogen tanaman, sebagai pupuk, dan juga dekomposer bahan organik.

Bentuk dan jenis pupuktrichoderma

Untuk memudahkan aplikasi di lapangan, maka bentuk-bentuktrichoderma pun sudah disesuaikan. Ada yang berbentuk cair, pelet, butiran (granular), dan  tepung (powder). Bahkan, ada pupuk organik,  seperti pupuk kompos, yang sudah ditambahkantrichoderma ke dalamnya sehingga dikenal dengan pupuktrichoderma yang siap diaplikasi ke lahan tanam.

Jenistrichoderma cukup banyak beredar di pasar, baik untuk tanaman hortikultura maupun perkebunan. Jika tidak ditemukan di toko pertanian terdekat,trichoderma dapat dibeli di toko online yang menjadi tokongetrend di era sekarang. Beberapa merek pupuk berbahan aktiftrichoderma yang beredar di pasar, yaitu :

  • Tricor – TM
  • Trichoderma RL SEGER
  • SACO – P
  • JATREC
  • Biang Trico 45
  • Trichoderma Beras Hijau

Di sampingtrichoderma yang di jual, masih ada lagi yang lain, yaitutrichoderma hasil buatan sendiri. Ya, pupuk yang mengandungtrichoderma dapat dibuat dari bahan-bahan yang alami atau mikro organisme lokal (MOL). Dan secara khusus mengenai cara pembuatantrichoderma dapat dibaca pada artikel 2 Cara Mudah Membiakkan Biofungisida Trichoderma dan Siap Pakai dalam Waktu 7 Hari

Cara Aplikasitrichoderma pada tanaman

Agar dampak daritrichoderma efektif, pemupukannya tidak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakantrichoderma, yaitu :

  • Jangan mencampurkantrichoderma dengan pupuk kimia seperti NPK, urea, dan lain-lain
  • Jangan menggunakantrichoderma bersamaan dengan pestisida kimia
  • Waktu aplikasitrichoderma sebaiknya 2 minggu sebelum tanam, yaitu pada bedengan yang masih setengah jadi. Pengaplikasian sejak dini agar perkembangan jamur patogen dapat dikendalikan sejak awal olehtrichoderma.
  • Setelah menabur pupuktrichoderma, lalu diaduk/dicampur dengan tanah agar menyebar ke semua lapisan tanahTop Soil.

Baik, itu beberapa hal yang mesti benar-benar diperhatikan. Bagaimana cara aplikasinya? Ada 4 cara dalam aplikasi, yaitu menebar, mengocor, memasukkan, dan menyemprot.

1. Cara Menebar

Menebar atau menaburtrichoderma pada lahan yang sedang disiapkan merupakan cara yang paling efektif dalam pencegahan jamur penyebab layu, busuk akar, dan mikroba patogen lainnya.

Umumnya,trichoderma ditambahkan 100 gram ke dalam 20 – 50 kg pupuk kandang. Pupuk kandang yang telah dicampurkan dengantrichoderma, didiamkan pada tempat yang teduh dan lembab selama lebih kurang 2 minggu sebelum diaplikasi ke lahan.

Tabel berikut ini menunjukkan dosis aplikasitrichoderma per satuan luas lahan, yaitu :

Tabel PenggunaanTrichoderma

bersama Pupuk Kandang untuk Setiap Luasan Lahan

4 Cara Aplikasi dan Manfaat Trichoderma Sebagai Jamur Antagonis Pada Tanaman Hortikultura
Dosis Trichoderma. Gambar : Dokpri

Catatan : Trichoderma dicampur dengan pupuk kandang terlebih dahulu dan diamkan selama 2 minggu sebelum diaplikasikan.

2. Cara Mengocor

Mengocor adalah menyiramkan larutan pupuktrichoderma ke pangkal batang tanaman atau sekitar perakaran. Teknik pengocoran dilakukan biasanya pada pemupukan setelah tanam. Nah, apabila ingin mencegah atau mengendalikan tanaman dari jamur patogen, maka cara pengocoran salah satu alternatif yang bisa dilakukan.

Pengocoran dengan dosis rendah namun sering lebih baik dan efektif. Karena itu, pengocoran dilakukan 7 – 15 hari setelah tanam. Kemudian dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali. Biasanya dalam 4 kali pengocoran, organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sudah terkendali.

Cara membuat larutan untuk dikocor begini ; Tambahkan 5 gramtrichoderma ke dalam 1 liter air dan siramkan ke media tanam sekitar perakaran.Setiap tanaman disiram dengan 250 ml larutan yang mengandungtrichoderma. Singkatnya, Dosis pengocoran adalah 250 ml/tanaman.

3. Cara Memasukkan ke lubang tanam

Trichoderma dapat juga diaplikasi dengan cara memasukkannya ke dalam lubang tanam. Waktunya, 1-2 minggu sebelum tanam. Cara ini umumnya dilakukan jika tidak melakukan penebaran pada bedengan. Karena itu, cukup dimasukkan saja ke dalam lubang tanam.

Baca juga ini :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
  • Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya
  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar

Pupuktrichoderma yang dimasukkan harus dicampurkan/diaduk dengan tanah.Trichoderma yang dimasukkan adalahtrichoderma yang sudah dicampur dengan pupuk kandang seperti aplikasi dengan cara menebar di atas. Jadi, dosisnya, +/- 50 gram per lubang tanam.

4. Cara Menyemprot

Rupanya, cara menyemprot pun bisa dilakukan untuk aplikasitrichoderma. Semprotkantrichoderma denganspayer ke tanah atau ke sekitar perakaran dan batang tanaman.

Dosisnya bisa bermacam-macam sesuai dengan merek pupuktrichoderma yang digunakan. Di sana tertera petunjuk dan dapat dibaca dengan teliti. Namun, secara umum, dosisnya 10 gram per liter air.

Tips Keuntungan Pupuk Makro PK MKP dan Cara Aplikasinya yang Benar|Tanaman Buah

Pupuk Majemuk PK – MKP – Mengapa harus pupuk MKP? Begini awal ceritanya. Pernah kita menemukan tanaman enggan berbunga dan berbuah meskipun sudah memasuki fase generatif. Yang ada hanyalah daun-daun rimbun, tunas baru selalu tumbuh, dan batang bertambah besar.

Jika keadaan misalnya itu dijumpai, tanda ada yg tidak seimbang pada pertumbuhannya. Salah satu yang nir ?Beres? Dan patut diduga adalah terdapat kemungkinan flora tadi terlalu ?Menikmati? Unsur hara esensial nitrogen (N) sebagai akibatnya pertumbuhan vegetatif tidak terkendali.

Keuntungan Pupuk Makro PK MKP dan Cara Aplikasinya yang Benar
Contoh Pupuk PK MKP

Gambar : pupuklahan.Blogspot.Com

Oleh karena itu, pada ketika tumbuhan sudah siap buat berproduksi, maka konsumsi nutrisi unsur hara nitrogen harus kita kendalikan. Berikan dia unsur-unsur hara yg sinkron menggunakan fase pertumbuhan & perkembangannya.

Ketika menjelang atau memasuki usia generatif, tumbuhan harus tersedia unsur hara esensial fosfor (P) & kalium (K) supaya dapat merangsang pembungaan hingga terbentuknya butir yang kita harapkan.

Pupuk MKP

Sekali lagi, mengapa wajib MKP? Salah satu pupuk yang menyediakan unsur hara P & K adalah pupuk beragam MKP (Mono Kalium Phosfate) atau seringkali juga disebut dengan pupuk PK. Ya, pupuk PK bebas nitrogen & amonium.

Ada beberapa merek menurut pupuk MKP yang tersebar pada pasar, seperti pupuk MKP Pak Tani, pupuk MerokeMKP dan beberapa yang lainnya. Pada intinya, pupuk MKP tadi mengandung 2 unsur hara makro, yaitu P & K.

Pupuk PK MKP berbentuk kristal dan berwarna putih serta mudah larut pada air. Lantaran unsur-unsur hara phosfat & kalium sangat mudah larut pada air, maka ketersediaannya buat tanaman pun menjadi sangat cepat dan eksklusif diserap tumbuhan. Ini berarti menggunakan anugerah pupuk MKP, maka flora akan memacu pertumbuhan & pula pembungaan pada saat yg nisbi singkat.

Komposisi Hara MKP

Kalau melihat kandungan unsur hara pupuk MKP, kita pun tak meragukannya lagi dalam hal pertumbuhan, pembentukan bunga dan buah. Sebab, pupuk MKP mengandung unsur hara P sebesar 52% dalam bentuk phosfat (P2O5) dan unsur hara K sebesar 34% dalam bentuk kalium oksida (K2O). Ringkasnya, pupuk MKP mengandung 52% P2O5 (22,7% P) dan 34% K2O (28,2 % K)

Keuntungan Menggunakan Pupuk MKP

Jangan ragu,Sob, pasti ada untungnya menggunakan pupuk MKP. Tapi, ada syaratnya, yaitu aplikasi  mesti tepat waktu, dosis dan caranya yang sesuai 😅 Baik, berikut ini sejumlah keuntungan menggunakan pupuk MKP, yaitu :

  • Kandungan hara P dan K cepat diserap tanaman
  • Cepat larut dalam air dan cepat tersedia untuk tanaman
  • Dapat mengatasi kekurangan unsur hara P dan K pada tanaman
  • Dapat digunakan pada pemupukan sistem fertigasi, hidroponik, sistem pivot, dan lainnya
  • Penggunaannya mudah, yaitu dapat ditabur di bedengan, sistem cor, dan juga penyemprotan.
  • Cocok digunakan pada semua jenis tanaman buah, bunga, sayuran, tanaman pangan dan palawija serta tanaman perkebunan

Peran Pupuk MKP buat Pertumbuhan Tanaman

Pupuk MKP sangat berperan pada mamacu pertumbuhan tumbuhan terutama ketika sudah melewati masa vegetatif (pertumbuhan akar, btg, tunas & daun) atau memasuki fase generatif (berbunga dan berbuah). Hal ini sebenarnya sinkron menggunakan fungsi atau peran unsur-unsur P dan K dalam pertumbuhan tanaman . Di bawah ini bisa kita lihat beberapa peran menurut pupuk MKP, yaitu :

  • Memacu pertumbuhan akar tanaman
  • Mer_4_ngsang dan mempercepat pembentukan bunga dan buah
  • Mencegah terjadinya rontok bunga dan buah
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit karena adanya antibodi yang terbentuk
  • Meningkatkan kualitas buah/umbi dan hasil produksi
  • Meningkatkan cita rasa dari buah/umbi yang tinggi dan memiliki daya simpan yang lama

Nah, jika Sobat menanam flora butir, pupuk kalium & phosfat ini sebagai keliru satu pilihan yg cocok untuk melengkapi nutrisinya. Jadi, pupuk MKP bisa buat durian, mangga, jambu, & tanaman berbunga & berbuah lainnya. Bahkan, hampir seluruh jenis tanaman pertanian, termasuk sayuran, rabuk MKP ini bisa menyumbang hara P & K.

Cara Pemupukan dan Dosis Pupuk MKP

Keuntungan Pupuk Makro PK MKP dan Cara Aplikasinya yang Benar
Pupuk Meroke MKP

Hati-hati menggunakan penggunaan pupuk PK MKP terhadap tanaman . Apabila kurang atau berlebih, tanaman akan terganggu pertumbuhannya. Jadi, jika ingin tumbuhan tumbuh produktif, berbunga & berbuah, maka dosis wajib sempurna.

Usahakan selalu membaca petunjuk pada bungkus pupuk PK MKP. Jika ragu dengan dosis yang tertera, jangan sunkan-sunkan atau malu-memalukan bertanya kepada teman dan tetangga yang mengerti pengunaan pupuk kimia.

Okay, dosis aplikasi pupuk PK MKP tergantung cara aplikasi yang digunakan. Dosis dalam sistemcor berbeda dengan dosis tabur/tebar dan juga semprot. Berikut ini cara dan dosis aplikasinya.

Memupuk dengan cara penyemprotan ; Timbang sebanyak 2 – 4 gram pupuk PK MKP dan larutkan ke dalam 1 liter air. Semprotkan ke tanaman dengan menggunakansprayer ke seluruh daun dan batang tanaman.

Usahakan semprotan jua mengenai bagian bawah permukaan daun. Semprot dengan cara halus, tipis & relatif membasahi saja. Jangan hingga diulang-ulang penyemprotan yg menciptakan takaran tinggi, tumbuhan terganggu dan juga mubazir. Waktu penyemprotan usahakan sore hari.

Baca jua Ini :

  • Cara Mudah Menanam kunyit dalam Karung
  • Cara Membuat MOL Bonggol Pisang Untuk Pupuk Organik Cair
  • 4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polybag Supaya Buahnya Lebat
  • Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang Kali

Memupuk dengan cara pengocoran : Dosisnya 1,25 gram/250 ml PK MKP/tanaman. Caranya, larutkan sebanyak 50 gram pupuk PK MKP ke dalam 10 liter air. Larutan tersebut dikocor atau disiram untuk 40 tanaman. Jadi, penyiramananya sebanyak 250 ml/tanaman.

Kalau hanya terdapat 4 tanaman , bagaimana caranya? Larutkan lima gram MKP dalam 1 liter air & siramkan buat 4 tumbuhan. Demikian seterusnya.

Memupuk dengan cara membenamkan ; Dosisnya menyesuaikan dengan jenis tanaman. Secara umum, dosis pupuk PK MKP adalah 2-3 gram per tanaman. Aplikasi PK MKP dengan cara membenamkan di sekeliling tanaman, tapi jangan terlalu dekat pangkal tanaman.

Sedangkan untukpemupukan model fertigasi atau hidroponik, dosis pupuk PK MKP disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis tanaman. Sebab, dalam budidaya tanaman hidroponik, setiap jenis tanaman berbeda-beda konsentrasi larutan pupuk yang dibutuhkan. Bahkan, dosis pupuk fase vegetatif berbeda dengan dosis pupuk fase generatif.

Akhirnya, jika telah memupuk, tunggu perkembangannya. Bersabar & berdoalah semoga terdapat hasilnya terhadap usaha kita. Jangan sekali-sekali memupuk dengan takaran tinggi & dalam rentang waktu sangat dekat karena akan menaruh efek jelek terhadap flora.

Itulah laba menggunakan pupuk makro PK MKP. Dengan dosis dan cara pemupukan yg benar akan mempercepat pertumbuhan tumbuhan, mempertinggi output panen, dan mempertinggi juga kualitas output tumbuhan.

Demikian sekilas yg bisa pupuklahan.Blogspot.Com bagikan buat Sobat tentang pupuk PK MKP dan keuntungan pada aplikasinya untuk flora. Semoga artikel ini sebagai pengetahuan pada hal pupuk & cara pemupukan flora. Salam sukses.

Video Ringkasan Keuntungan Pupuk Makro PK MKP

Thursday, July 9, 2020

Tips Ini Rupanya Sumber Hara Kalium (K) Organik dan Anorganik Untuk Pupuk Tanaman|Tanaman Buah

Hara Kalium Organik dan Anorganik -- Tanaman butuh unsur hara makro dan mikro untuk pertumbuhannya. Jika nutrisi tidak cukup tersedia dalam media tanam atau tanah, maka menjadi kewajiban petani sebagai pembudidaya tanaman untuk menambahnya. Dengan terpenuhinya zat makanan untuk tumbuh dan berkembang, maka tanaman pun akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan petani.

Ini Rupanya Sumber Hara Kalium (K) Organik dan Anorganik Untuk Pupuk Tanaman
Contoh Pupuk Kalium

Gambar : pupuklahan.Blogspot.Com

Fungsi unsur hara kalium (K)

Salah satu unsur hara makro yang harus tersedia & mencukupi merupakan unsur kalium (K). Unsur hara ini berfungsi dalam pembentukan protein dan karbohidrat. Selain itu, kalium berfungsi buat menaikkan ketahanan flora terhadap penyakit & kekeringan, memperkuat jaringan tumbuhan supaya daun, bunga dan buah tidah mudah rontok, dan jua memperluas akar.

Bahkan, menggunakan adanya kalium dalam jumlah yg relatif, maka kualitas buah sebagai lebih indah serta memiliki daya simpan yg usang.

Untuk memenuhi unsur kalium, tidaklah terlalu sulit sebenarnya. Seandainya tidak bisa membelinya, kita tinggal memanfaatkan bahan-bahan yg sudah ?Disediakan? Oleh alam. Makanya, kita harus menjaga keseimbangan alam supaya seluruh yg kita butuhkan bisa terpenuhi.

Baca pula Ini :

  • Cara Praktis Menanam kunyit dalam Karung

Ketika kita coba "menyelamdanquot; lebih jauh, rupanya terdapat 2 asal utama kalium, yaitu kalium yg bersifat organik & kalium yg anorganik. Kalium organik bisa diperoleh menurut sisa-residu tumbuhan dan fauna. Sedangkan kalium anorganik, sumbernya berdasarkan pabrik atau hasil produksi secara sintesis.

Sumber Hara Kalium Organik

Baik, mari kita mengenal sumber kalium yang organik. Untuk memenuhi ketersedian kalium buat memacu pertumbuhan flora, kita bisa memanfaatkan bahan-bahan organik atau pupuk organik. Beberapa asal hara kalium (K) yang bisa diperoleh dengan mudah terdapat dalam bahan-bahan berikut ini, yaitu :

  • Pupuk kandang (semua pupuk yang berasal dari kotoran ternak, sapi, kambing, babi, kerbau, kelinci, dan lain-lain mengandung kadar K meskipun relatif rendah)
  • Pupuk burung (seperti pupuk kelelawar/guano. Meskipun kandungan N lebih tinggi, namun mengandung juka unsur hara kalium )
  • Pupuk kompos (Tinggi rendahnya K tergantung bahan baku dan bahan untuk meningkatkan kualitas yang digunakan)
  • Minyak ikan
  • Kotoran cacing
  • Pupuk organik cair (POC) sabut kelapa
  • Pupuk organik cair limbah rumah tangga (mengandung N, P, K dan unsur mikro)
  • Arang sekam (hasil pembakaran sekam secara tidak sempurna, bewarna kehitaman)
  • Abu dapur atau abu pembakaran sampah yang berwarna kehitam-hitaman banyak mengandung kalium di samping sejumlah unsur lainnya, seperti kalsium, natrium, dan lainnya.
  • Arang serbuk gergaji
  • Arang kayu
  • Arang batok kelapa
  • Sabut kelapa (kalium lebih dari 10%)
  • Jerami
  • Kulit dan bonggol pisang.

Ini Rupanya Sumber Hara Kalium (K) Organik dan Anorganik Untuk Pupuk Tanaman
Kulit Batang Pisang Sumber Kalium.

Gambar : pupuklahan.Blogspot.Com

Semua yang tersebut pada atas mengandung kalium menggunakan persentase yg berbeda-beda menurut bahan asalnya masing-masing. Mungkin masih poly lagi yg belum tersebutkan. Masih poly akan kita temukan apabila kita rajin membuka lembaran-lembaran output kajian para ahli di berbagai belahan global, terutama tentang bahan-bahan yang mengandung kalium buat dimanfaatkan pada global pertanian.

Kalium Anorganik

Nah, kalau yang anorganik alias pupuk kimiasih, gampang. Tinggal merogoh kantong atau buka dompet, ambil beberapa lembaran 50 ribu rupiah atau 100 ribu rupiah, langsung menuju ke toko pertanian (yang menjual pupuk) untuk membeli pupuk kalium.

Tapi tunggu dulu, pupuk apa saja yang mengandung kalium? Ada sejumlah pupuk kalium yang sudah diproduksi untuk memudahkan petani dalam aplikasi pupuk untuk  tanaman. Bahkan, pupuk kimia sintesis ini dapat diketahui kadar hara kalium yang terkandung dalam pupuk tersebut.

Baca Juga :

  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
  • Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
  • Cara Membuat Pupuk Kompos Siap Pakai dalam 7 Hari
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa

Okay, beberapa pupuk anorganik yang mengandung unsur kalium, yaitu :

  • KCL (Kalium Khlorida) ; Pupuk ini mengandung 60% kalium dalam bentuk K2O (Kalium Oksida)
  • K2SO4 (Kalium Sulfat) ; nama lain yang dikenal untuk pupuk ini adalah pupuk ZK (Zwavelzure Kali). Kadar K2O sebanyak 50 – 52%
  • K2SO4.MgSO4 ( Kalium Magnesium Sulfat) ; Lazim disebut dengan pupuk Paten Kali. Kandungan K dalam bentuk K2O sebesar 20-30% dan MgO sebesar 20%
  • KNO3 (Kalium Nitrat) atauPotassium Nitrate ; Mengandung unsur kalium dan nitrogen. Kalium dalam bentuk K2O sebanyak 44% dan N sebanyak 13%
  • MKP (Mono Kalium Phosphate) ; Ini adalah pupuk PK, dengan Kadar K dalam bentuk K2O sebanyak 52 dan P sebesar 34%
  • NK (Nitrogen Kalium) ; Sudah mulai langka di pasaran. Kadar K bervariasi, tergantung jenis atau merek. Ada kadar K 15%, ada yang 22% K dan ada juga yang kadar K 44%.
  • NPK (Nitrogen Phosfat Kalium) ; Pupuk majemuk dengan kadar K dalam bentuk K2O sangat bervariasi. Secara umum kadar K2O 15% dalam pupuk NPK 15:15:15 dan K2O 16% dalam pupuk NPK 16:16:16. Beberapa jenis NPK akan kita bahas dalam artikel lain, seperti NPK bunga, NPKAnggrek, dan lain-lain.

Itulah beberapa asal hara kalium, baik pada bentuk organik juga anorganik, yang dapat sebagai nutrisi flora. Sampai jumpa di artikel yg lainnya dan salam sukses buat Sobat.

Wednesday, July 8, 2020

Tips Rahasia Memupuk Terung yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat|Tanaman Buah

Rahasia Memupuk Terung -- Menanam terung, kadang disebut terong, agar berbuah lebat haruslah menerapkan semua teknik dalam budidayanya dengan benar. Di samping cara penyemaian benih, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, dan panen dilakukan dengan benar, cara memupuk pun mesti tepat karena pemupukan merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya tanaman terung. Bagaimana memupuk terung yang baik dan benar agar berbuah lebat?

Rahasia Memupuk Terung yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat
Tanaman Terung. Gambar : Dokpri

Sekilas Tentang Pupuk

Sebelum memupuk terung, selayang pandang kita lihat balik hubungan pupuk dengan flora. Pupuk merupakan bahan yang mengandung nutrisi berupa unsur hara dan/atau bisa memperbaiki sifat ekamatra, kimia dan biologis tanah.

Karena tanaman membutuhkan unsur hara baik makro maupun mikro, demikian juga dengan media penetrasi akar yang gembur, poros dan aeratif,  maka para pembudidaya tanaman harus mencukupi kebutuhannya berupa pupuk agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pupuk kimia seperti pupuk tunggal urea, SP-36, & KCL atau pupuk beragam NPK menyuplai unsur hara makro N, P, dan K cepat tersedia buat tumbuhan. Tetapi, semua pupuk kimia tanpa berarti jika struktur tanah dan organisme tanah berkualitas tidak baik.

Oleh karena itu, anugerah pupuk organik berupa pupuk sangkar, kompos dan lainnya ke media tumbuh (tanah) akan meningkatkan kualitas kesuburan tanah termasuk penyediaan unsur hara mikro pada dalamnya.

Dengan kata lain, kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik yg berimbang akan mempertinggi produktivitas tanah dan flora.

Terung Vs Pupuk

Terung membutuhkan pupuk yg hampir sama seperti tumbuhan hortikultura lainnya, seperti cabai, tomat, okra, bawang merah, & lainnya. Sebab, tanaman sayuran yang membentuk butir ini nir akan berbuah lebat tanpa masukan nutrisi yg cukup.

Kebutuhan N, P, K, Ca, Mg, dan sejumlah unsur hara mikro misalnya Zn, B, Cu, dan lainnya buat tanaman terung selama fase vegetatif & generatif nir boleh kurang dan jangan jua berlebih.

Oleh karena itu, mari kita pupuk terung dengan jenis pupuk yang sempurna, dosisnya jua tepat, sempurna waktunya, & sempurna cara aplikasinya.

Tanaman terung membutuhkan unsur hara N, P dan K dalam jumlah relatif banyak. Untuk memenuhinya,  unsur hara itu ada dalam pupuk anorganik dan ada juga dari pupuk organik.

Memupuk Terung dengan Pupuk Organik & Anorganik

Dalam memupuk tanaman terung dengan pupuk anorganik, boleh menggunakan pupuk tunggal dan bisa juga dengan pupuk majemuk. Yang penting adalah praktis,cost-nya rendah dan hasil panen melimpah dan berkualitas.

Jika menggunakan pupuk tunggal untuk memupuk terung, maka yang digunakan adalah Urea,  ZA, SP-36, dan KCL (urea dan ZA sama-sama memberi nitrogen, tapi lebihnya ZA mengandung unsur hara makro belerang). Seandainya memilih aplikasi pupuk majemuk, maka pupuknya adalah NPK 16:16:16.

Di samping pupuk anorganik tadi, tanah buat menanam terung perlu diberikan pupuk organik. Jenis pupuk organik sangat poly, seperti pupuk sangkar (sapi, kuda, dan lainnya), kompos, humus, dan sebagainya. Seperti halnya pupuk kimia, maka dalam hadiah pupuk organik pilihlah yang biayanya rendah, mudah aplikasinya, & bisa meningkatkan produktivitas tanah.

Pertanyaannya adalah apa jenis pupuk, berapa dosisnya, kapan diberikan, dan bagaimana cara memupuk tanaman terung? Yang jelas bahwa pupuk dan dosisnya bhineka mulai penyemaian benih, pengolahan tanah (sebelum tanam), sesudah tanam, dan fase generatif. Baik, mari kita lihat satu persatu penggunaan pupuk untuk tumbuhan terung.

A. Pupuk buat Penyemaian benih Terung

Untuk lebih praktis, Anda dapat menggunakantray semai.Tray semai sudah ada lubang yang dibentuk. Tugas kita hanya mengisi media semai ke dalamnya. Asumsi kita akan menanam terung seluas 1 hektar (10.000 meter persegi) dengan jarak tanam dalam barisan 60 cm dan 70 cm antar barisan, lebar bedengan 1 m, dan jarak antar bedengan 60 cm.

Dalam luasan lahan 1 hektar akan memuat tananam terung +/- 25.000 tanaman. Karena itu, untuk kebutuhan bibit terung tersebut, kita harus menyediakan 125tray semai (Tiaptray ada 200 lubang dengan volume tiap lubang 100 ml). Dengan semai benih dalamtray ini, maka akan memudahkan saat pemindahan bibit ke lubang tanam di lahan yang sudah disiapkan.

Isikan media semai dengan tanah, pupuk kandang, danNPK yang sudah dihaluskan. Perbandingan tanah dengan pupuk kandang adalah 2 : 1.  Setiap lubang semai diisi dengan 90 ml media semai (campuran 60 ml tanah dan 30 ml pupuk kandang). Tambahkan setiap lubang semai 0,25 gram NPK. Tanah, pupuk kandang, dan NPK harus diaduk atau dicampur secara merata.

Jadi,Kebutuhan Pupuk Kandang dan NPK (tidak termasuk tanah) dalam tahap penyemaian benih terung adalah berturut-turut sebanyak 750 Kg dan 6,25 Kg.Catatan ; penghitungan berat pupuk kandang didasarkan pada ekuivalen bulk density  pupuk kandang 0,5 gram/ml.

B. Pupuk ketika Penyiapan Lahan Tanam

1. Pupuk sangkar

Berikan pupuk dasar berupa pupuk sangkar kira-kira dua minggu ( /- 15 hari) sebelum menanam bibit terung. Pada waktu anugerah pupuk dasar, bedengan jangan dipasang mulsa agar gampang pada aplikasi. Pupuk kandang harus diaduk & bercampur baik dengan tanah. Ini bertujuan agar terbentuknya agregat dan struktur tanah yg sesuai menggunakan ?Asa? Flora terung.

Berapa banyak pupuk kandang? Umumnya, disarankan dalam pemupukan dasar tanaman terung adalah 15 – 20 ton/hektar. Namun, karena kita juga menggunakan pupuk kimia, maka pupuk kandang diaplikasikan setengahnya saja, yaitu 10 ton/hektar.

2. Pupuk Kimia, Dolomit, urea, SP-36 dan KCl

Dolomit adalah kapur untuk menurunkan keasaman tanah pertanian. Kapur dolomit ini tidak hanya menetralkan tanah, tetapi juga menjadi unsur hara makro sekunder karena di dalamnya terdapat kandungan unsur Ca dan Mg. Pemberian dolomit harus hati-hati . Oleh karena itu, tanah yang diberikan dolomit semestinya perlu uji tanah untuk mengetahui derajat keasamannya (pH).

Namun, apabila ternyata tanah untuk menanam terung bersifat asam atau pH-nya pada bawah lima,lima maka ini perlu pengapuran. Secara generik, pengapuran menggunakan dolomit diberikan sebesar 1-2 ton per hektar. Aplikasikan 7 ? 15 hari sebelum tanam.

Baca jua :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Applikasi
  • Cara Membuat Tepung Darah untuk Meningkatkan Kualitas Kompos
  • 4 Tahap Memupuk Mentimun Dalam Polybag Supaya Buahnya Lebat
  • Cara Menanam Kacang Panjang Agar Berbuah Lebat
  • Tips Merawat Cabai Rawit dan Peremajaannya Agar Panennya Berulang Kali

Di samping hadiah dolomit, pupuk dasar tumbuhan terung pada waktu penyiapan lahan diaplikasikan pula 100-110 Kg pupuk urea/hektar, 250-300 Kg SP-36/hektar & 175 Kg KCl/hektar. Waktu aplikasinya, satu minggu sebelum tanam. Campurkan hingga merata menggunakan tanah.

C. Pupuk Susulan/Setelah Tanam

Susulan I.15 Hari Setelah Tanam (HST)

Setelah lima belas hari tanam (15 HST), tumbuhan terung telah bisa diberikan pupuk susulan pertama, yaitu pupuk urea dan ZA (zwavelzure ammoniak). Dosisnya pada 1 hektar, masing-masing 40-50 Kg urea & 80-100 Kg ZA. Pemberian pupuk tadi dengan berbandingan 1:2. Cara aplikasinya dengan cara dikocor.

Cara buat larutan pupuk buat pengocoran begini ; Masukkan 80 gram urea dan 160 gram ZA ke pada 10 liter air, aduk rata sampai terlarut seluruh. Kocorkan/siramkan sebanyak 250 ml/flora

Susulan II. 35 Hari Setelah Tanam (HST)

Rahasia Memupuk Terung yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat
Gambar : Pixabay/Bishnu Sarangi

Memasuki fase generatif, yaitu pada waktu 35 hari sesudah tanam (HST), tumbuhan terung telah dapat dipupuk kembali menggunakan pupuk ZA sebanyak 150 ? 200 Kg/hektar. Cara aplikasinya adalah menggunakan pengocoran.

Larutkan sebanyak 200 gr ZA ke dalam 10 liter air, mixer hingga pupuk terlarut seluruh dalam air. Kocorkan ke tanaman terung dengan dosisnya merupakan 250 mililiter/tumbuhan.

Tabel Ringkasan Pupuk & Cara Pemupukan

 Tanaman Terung

Rahasia Memupuk Terung yang Baik dan Benar Agar Berbuah Lebat
Pupuk tanaman terung. Gambar : Dokpri

Mau tumbuhan terung berbuah lebat, bukan? Aplikasikan pupuk & cara pemupukannya yg baik & benar. Pemberian nutrisi flora terung menggunakan jenis pupuk yang sempurna, takaran tepat, waktunya sempurna, dan sempurna jua caranya, maka hasilnya akan sangat memuaskan. ?Hasil tidak pernah mengkhianati bisnis?, demikian kata bijak yang agaknya dapat memotivasi kita dalam setiap bisnis. Akhirnya, berdoalah pada Allah SWT -- Tuhan yang menurunkan hujan dari langit dan menghidupkan yang mati -- agar setiap usaha selalu diberikan kesuksesan oleh-Nya..Amiin.

Tips 2 Cara Mudah Mengatasi Kelebihan Pupuk Anorganik Pada Tanaman |Tanaman Buah

Cara Mengatasi Kelebihan Pupuk Kimia Pada Tanaman -- Memupuk penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Namun, kelebihan pupuk pada tanaman, khususnya tanaman hortikultura, akan berakibat fatal. Gejala awal dapat ditandai mulai dari gangguan akar, daun terbakar, kuning, gugur daun, layu, hingga berujung “maut menjemputnya” atau mati. Pertanyaannya, masih adakah jalan untuk mengatasi kelebihan pupuk pada tanaman?

2 Cara Mudah Mengatasi Kelebihan Pupuk Anorganik Pada Tanaman
Contoh Daun Mangga Kelebihan Pupuk

Gambar : Dokpri

Sebelum menjawab bagaimana cara mengatasi kelebihan pupuk pada tanaman, alangkah lebih cerdas kita mengetahui terlebih dahulu tujuan pemupukan dan peran unsur hara bagi tanaman. Karena dengan cara demikian, akan menjadi kehati-hatian dalam memupuk tanaman.

Tujuan pemupukan

Pemupukan sebenarnya memberikan makanan pada tanah, lalu tanah akan memberi makan tanaman. Artinya, ketika tanah tersedia unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman, maka tanaman dengan mudah mengambilnya karena sudah tersedia di sekitar perakarannya.

Jadi, tujuan pemupukan adalah untuk memberikan kondisi yang baik kepada tanaman dengan cara memberikan pupuk ke dalam media tanamnya. Dengan kata lain, pemupukan usaha mencukupi kebutuhan unsur hara tanaman dan/atau bisa juga sekaligus memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologis tanah.

Pemupukan Seimbang

Tanaman hortikultura, apakah itu sayuran semusim, tanaman buah, tanaman hias, dan tanaman obat-obatan atau herbal (biofarmaka), perlu pemupukan yang seimbang agar produksi dan produktivitasnya tinggi. Masing-masing komoditas membutuhkan pupuk yang mengandung unsur hara makro dan juga mikro dalam jumlah dan dosis berbeda-beda.

Oleh karena itu, tidak boleh memaksakan tanaman untuk “makan” banyak. Jangan sampai hanya karena mengharapkan  tanaman cepat besar dan buahnya banyak (produksi tinggi), lalu memberikan dosis pupuk yang tinggi atau sesuka hati.

Ini kekeliruan besar dalam memelihara tanaman atau dalam masalah pupuk dan pemupukan. Logikanya, ia sama seperti manusia dalam hal makanan, jikaover konsumsi atau “makan mewah” (luxury consumption), maka akan terjadi gangguan dalam tubuhnya.

Tidak hanya kelebihan pupuk yang membawa dampak buruk bagi tanaman dan lingkungan, namun kekurangan pupuk pun tidak memberikan hasil apa-apa'tuk petani/penanam. Kalau kekurangan pupuk, pertumbuhan vegetatif terhambat dan bahkan produksi dan produktivitas tidak sesuai harapan.

Makanya, dalam pemberian pupuk, khususnya pupuk anorganik, perlu sekali evaluasi unsur hara  tanah (soil test) sebagai bagian dari kesuburan lahan tanam. Paling kurang, petani perlu mengikuti anjuran pemupukan berimbang. Aplikasi pupuk harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara aplikasinya.

Memupuk tanaman sesuai dengan tingkat ketersedian hara dalam tanah. Jika kurang unsur hara dalam tanah, perlu ditambah untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dan jarang sekali yang ketersediaan unsur hara berlebih dalam tanah, kecuali ada faktor "tangan-tangan" manusia yang mempengaruhinya.

Pupuk Anorganik

Banyak sekali petani memilih pupuk anorganik untuk menyuplai unsur hara N, P, dan K kepada tanaman. Misalnya, pupuk yang dapat memenuhi unsur-unsur tersebut seperti seperti NPK, urea, ZA, SP-36, TSP, KCL, MKP, kalium nitrat dan beberapa lainnya.

Dan memang wajar-wajar saja mereka menggunakan pupuk anorganik itu. Di samping bentuknya cepat tersedia untuk hara tanaman, namun juga sangat praktis dalam aplikasinya. Akan tetapi, penggunaan yang tidak tepat, akan menuai “bencana” baik terganggu tanaman maupun pencemaran lingkungan.

Lihatlah, salah satu yang sering ditemukan akibat dari pemberian pupuk anorganik yang berlebih atau kelebihan pupuk adalah daunnya menguning dan seperti terbakar. Hal ini terutama diawali dari daun-daun tua bagian bawah. Pada tepi daun tanaman akan muncul warna cokelat dan menjalar hingga ke tengah daun sampai tulang daun.

Akhirnya, jika terlambat ditangani, daun-daun akan rontok dan bahkan tanaman mati. Karena lebih nitrogen kah? Mungkin saja bisa terjadi karena kelebihan posfor, kalium (K) dan bisa saja karena berlebih ketiga-tiganya.

Okay, untuk mengetahui apa yang terjadi dari pemberian pupuk anorganik, berikut ini kita lihat secara lengkap meliputi fungsi, kekurangan dan kelebihan unsur hara N, P dan K pada tanaman yang diaplikasi dengan pupuk anorganik.

Nitrogen (N)

Fungsi  ; sebagai zat penyususn khlorofil pada daun dan memacu pertumbuhan vegetatif tanaman (daun dan batang)

  • Kekurangan (defisiensi)  ; Tanaman tumbuh lambat dan kerdil, daunnya hijau muda hingga kekuningan, daun mudah gugur, dan hasil tanaman rendah.
  • Kelebihan (Symptoms of Excess)  ; Daunnya lebar, tanaman mudah rebah, tertunda pembentukan bunga, bunga dan buah mudah rontok, dan bisa saja terjadi daun tanaman sepertikering, terbakar, tepi daun cokelat dan rontok hingga menjalar ke daun-daun muda

2 Cara Mudah Mengatasi Kelebihan Pupuk Anorganik Pada Tanaman
Contoh Daun Nangka Kelebihan Pupuk. Gambar : Dokpri

Fosfor (P)

Fungsi  ; Sebagai penyusun sel-sel tanaman, energi, mer_4_ngsang bunga, pembentukan buah, mer_4_ngsang akar menyerap hara, dan juga meningkatkan kualitas biji.

  • Kekurangan (defisiensi)   ;  Pertumbuhan lambat, pertumbuhan akar terhambat, warna hijau gelap, pinggiran daun bewarna kuning, ada warna ungu, bunga dan buah mudah rontok
  • Kelebihan  ; daun tanaman akan tampak sepertikering dan terbakar, serta akan terjadinya kekurangan unsur lain seperti unsur hara mikro Fe dan Zn

Kalium (K)

Peran  ; Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, sintesis karbohidrat dan lemak, meningkatkan kualitas buah, dan mempertahankan status air dan tekanan dari sel-sel

  • Kekurangan (defisiensi)  ; munculnya warna kuning seperti terbakar di pinggir dan ujung daun, daun mengerut atau keriting yang dimulai dari daun yang sudah tua, produksi buah rendah dan tanaman mudah terserang penyakit.
  • Kelebihan ; terganggunya penyerapan unsur hara lain seperti defisiensi unsur hara magnesium (Mg). Kekurangan Mg akan menyebabkan daun-daun berwarna kuning (khlorosis), dan terjadinya kematian jaringan pada daun-daun muda (nekrosis).

Wow, kurang pupuk saja bisa salah, apalagi pupuk berlebih makin salah. Ya, begitulah ketika kita tidak mendengar atau mengabaikan “suara” tanaman yang meminta nutrisi sesuai dengan kebutuhannya.

Kembali kepada kelebihan memupuk tanaman, secara umum dapat ditandai gejala dari “ulah” kita adalah pada daunnya. Kelebihan N, P dan K dapat menyebabkan daun tanaman, dari yang tua sampai yang muda, menjadi kuning, ungu, pinggir cokelat, seperti terbakar, daun rontok hingga mati jaringan.

Cara Mengatasi Kelebihan Pupuk

“Mencegah lebih baik dari mengobati,” begitu kata bijak tetua kita. Harus diakui bahwa tidak mudah memang mengatasinya. Ibarat dokter menangani kanker ganas yang sudah menjalar ke seluruh tubuh, harapan sembuh kecil sekali.

Demikian juga untuk mengatasi tanaman yang kelebihan pupuk anorganik N, P, dan K, kemungkinan tumbuh normal kembali sangat tipis. Apalagi yang terjadi pada tanaman sayuran semusim, sungguh teramat sulit.

2 Cara Mudah Mengatasi Kelebihan Pupuk Anorganik Pada Tanaman
Daun Seperti Terbakar. Gambar : Dokpri

Namun, janganlah pesimis, tugas kita berusaha untuk mengatasinya. Butuh waktu dan kesabaran untuk penyembuhannya. Ada 2 cara yang mungkin dapat ditempuh untuk mengatasi tanaman yang kelebihan pupuk anorganik, yaitu pencucian (leaching) danrefresh atau ganti media tumbuh.

1. Pencucian Media Tumbuh (leaching)

Tindakan pencucian atauleachingadalah upaya untuk mengurangi atau menghilangkan unsur-unsur hara yang berlebih dalam media tumbuh. Sejumlah unsur hara akan terikut bersama aliran air.

Jika gejala-gejala kelebihan pemberian pupuk sudah muncul atau memang sadar sudah salah dosis dalam memupuk (terlalu banyak), maka segera atasi sebelum “ajal menjemputnya”.  Caranya, lakukan pencucian dengan jumlah air yang banyak.

Tanaman dalam pot, menjadi sangat mudah diatasi. Daun-daun yang terbakar, menguning dan rusak segera dipangkas. Siram media tanam dengan air sebanyak-banyaknya sampai air tergenang dan keluar melalui lubang bawah pot. Tindakan ini diulangi 2-3 kali dalam selang waktu berdekatan (2 hari sekali). Jangan berikan pupuk apapun hingga tunas-tunas baru muncul dan normal.

Bagaimana dengan tanaman yang ditanam di sawah atau kebun? Ini memang sulit. Jika tanaman sayuran semusim, seperti cabe, tomat, terung dan lainnya mungkin lebih baik dilakukan penanaman tanaman yang baru setelah terlebih dulu menetralkan tanah dari kelebihan pupuk.

Namun, coba dilakukan pemangkasan daun-daun yang terganggu. Lakukan penggenangan air. Jika dilakukan penggenangan untuk mencuci hara, maka penggenangan pun tidak boleh terlalu lama karena tanaman akan layu dan mati, cukup beberapa menit saja (1-2 menit). Setelah itu, segera lepaskan genangan air melalui parit yang tersedia diantara bedengan. Ulangi sampai dua kali dalam selang waktu yang berdekatan.

Tindakan lainnya, jika tidak ada sumber air yang banyak untuk penggenangan, dapat dicoba melakukan penyiraman air sebanyak-banyaknya dengan menggunakan gembor dan diulangi sampai 2 kali. Tunggu sampai normal dan mulai muncul tunas-tunas baru.

2. Ganti Media Tumbuh

Untuk tanaman dalam pot, jika terjadi kelebihan pemupukan, segera atasi dengan mengganti media tumbuh.Refresh atau upaya menyegarkan kembali media tumbuh dengan media yang baru. Ini hampir sama denganrepotting pada tabulampot. Bedanya, kita tidak menggantikan pot, yang diganti adalah media tumbuh baru. Oh, iya, buang daun-daun yang terbakar atau terganggu dengan cara memangkasnya dengan menggunakan gunting ataucutter yang tajam dan steril.

Gali dan keluarkan media tumbuh yang sudah terakumulasi dosis pupuk yang amat tinggi, dan masukkan/isi dengan media tumbuh yang baru. Media tumbuh/media tanam yang baru terdiri dari tanah, sekam dan kompos. Hati-hati dalam penanganannya, jangan sampai tanah yang melekat diakar lepas dari perakaran.

Akhirnya, siram secukupnya dan tunggu sampai tanaman tumbuh kembali dengan keluarnya tunas-tunas baru. Demikian juga dengan pupuk, tunda keinginan Anda untuk memupuk tanaman sampai dapat dipastikan tanaman sudah mulai tumbuh normal.

Untuk tanaman buah yang ditanam di kebun atau pada tanah langsung, mengatasinya seperti tabulampot juga. Namun, ini akan banyak menguras tenaga karena harus menggali tanah dengan kedalaman 30-50 cm atau tepatnya pada galian pemberian pupuk sebelumnya.

Setelah digali tanah yang kelebihan diberikan pupuk, lalu masukkan dengan tanah baru yang sudah diberikan campuran pupuk kompos. Siram secukupnya dan tunggu hingga tanaman memberikan tanda-tanda pemulihan.

Baca Juga  :

  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
  • Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4dan Air Cucian Beras.
  • 2 Manfaat Pupuk ZA di Balik 2 Kelemahannya Untuk Tanaman
  • Apa Kegunaan Pupuk Kalium Nitrat dan Kapan Diaplikasikan?
  • 3 Cara Membuat Media Tanam Pohon Durian Dalam Pot Supaya Berbuah

Untuk tanaman sayuran, seperti terung, tomat atau cabe dapat diusahakan menggantikan media/tanah di sekitar perakaran dengan tanah yang baru. Setelah diganti dengan tanah yang baru, siram dengan air secukupnya. Jangan berikan pupuk apapun sebelum tanaman mulai pulih dan muncul tunas-tunas yang baru.

Demikian cara mengatasi kelebihan pupuk anorganik pada tanaman. Memang ini bukan rekomendasi. Tapi, 2 cara di atas, pernah penulis lakukan pada kasus tanaman sendiri. Atas pertolongan Allah SWT, Alhamdulillah tanaman buah sudah kembali tumbuh normal dan mulai tumbuh tunas setelah 2 minggu perlakuan.  Salam buat Sobat, semoga sukses selalu, ya, Amiin.

Tuesday, July 7, 2020

Tips 5 Jenis Pupuk ini Membuat Anyelir Tumbuh Optimal dan Berbunga Besar-Besar|Tanaman Buah

Pupuk Anyelir -- Alangkah mengecewakan ketika hasil budidaya bunga anyelir tak kunjung tumbuh dan berbunga banyak ataupun bunganya kecil-kecil. Ini terjadi karena salah satunya adalah kurang tepatnya memberikan asupan nutrisi berupa jenis pupuk yang tepat. Padahal, rahasia anyelir agar tumbuh optimal dan rajin berbunga ada pada 5 jenis pupuk ini. Pupuk apa saja? Simak dalam ulasan berikut ini.

5 Jenis Pupuk ini Membuat Anyelir Tumbuh Optimal dan Berbunga Besar-Besar

Bunga anyelir yang dalam bahasa Inggris disebutcarnation sangat indah. Warna-warni bunga dan kecerahannya yang muncul di setiap tangkainya begitu mempesona. Tidak salah jika banyak orang menyukai dan bahkan membudidayakannya di perkarangan rumah.

Dengan berbekal pengetahuan tentang pemupukan, baik ditanam pada tanah maupun dalam pot, bunga hiasan ini (anyelir) tumbuh sehat dan bungapun menghiasi ?Relung hati? Si empunya dan menambah elok tampilan rumahnya.

Kondisi Tumbuh Anyelir

Tidak begitu sulit membudidayakan anyelir asalkan kondisi atau kondisi tumbuhnya terpenuhi. Di wilayah menggunakan ketinggian 800-1500 meter dpl tak perlu diragukan pertumbuhannya karena memang telah tempatnya.

Demikian pula dengan temperatur udara yg sejuk, membuat anyelir sangat menyukainya. Apalagi, tanah yang gembur dan berdrainase baik, anyelir akan berkembang menggunakan cepat & pproduktivitas bunganya tinggi sekali.

Anyelir (Dianthus caryophyllus L.) misalnya halnya flora yang lain, ia tidak menyukai dalam kondisi media tumbuh yang masam. Nilai pH yang cocok buat pertumbuhannya berkisar 6-7. Media tumbuh yg mendukung pertumbuhannya tentu tanah yang poros, contohnya lempung berpasir atau lembung liat berpasir.

Makanya pembudidaya anyelirdalam pot sengaja mengondisikan media tanam dengan campuran tanah, pasir, kompos, arang sekam dan juga humus agar dapat tumbuh dengan baik.

Pembibitan Anyelir

Tanaman anyelir yang berasal dari kawasan mediterania ini sangat baik dan cepat tumbuh jika diperbanyak bibitnya dengan cara stek. Dengan kata lain, untuk menanam anyelir diambil bibit hasil stek. Dengan pembibitan stek akan terjamin kualitasnya karena sudah diambil dari indukan selektif, sehat dan produktivitasnya tinggi.

Kalau belum punya tumbuhan anyelir di tempat tinggal , lebih simpel merupakan dengan cara membeli bibit stek pada penyedia. Jika sudah ada tanaman anyelir dewasa di rumah, tinggal perbanyak sendiri melalui stek ketika butuh bibitnya.

Pengolahan tanah

Karena anyelir merupakan komoditas bisnis karena bunganya dapat dijadikan perhiasan pada berbagaievent/momen, maka budidaya pun sering dilakukan dalam skala lahan luas

Nah, karena menanam di lahan yang relatif luas, maka diperlukan pengolahan tanah dengan kedalaman 30-40 cm. Pengolahan dengan cara dibajak, cangkul atau menggunakan mesincultivator.

Bedengan dibentuk dengan lebar 1 meter & jeda antar bedengan buat mudah memonitor dan pemeliharaan. Setiap meter persegi memuat 30-40 bibit anyelir.

Baca Juga :

  • 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair (POC) Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar
  • Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras.
  • Cara Membuat Pupuk Kompos Siap Pakai dalam 7 Hari
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Merawat Aglaonema? Lakukan 7 Cara Ini Agar Indah dan Menawan

Pemupukan dalam saat olah tanah

Agar tersedia makanan spesial ketika bibit anyelir menempati “rumah baru”, maka lahan tanam harus sudah “terhidangkan” dengan sejumlah nutrisi. Maksudnya begini, tanah harus diberikan kaptan/dolomit kalau nilai pH tanah di bawah 5,5 atau masam. Tambahkan dolomit 1-2 ton/hektar atau 1-2 kg m-2.

Selain itu, pupuk sangkar atau kompos dengan banyaknya sinkron menggunakan kondisi tanah. Umumnya diberikan sebanyak 10-20 ton pupuk kandang per hektar (tergantung kesuburan tanah). Tetapi, sekali lagi, banyaknya hadiah pupuk organik itu diadaptasi menggunakan tekstur dan struktur tanah.

Pada bedengan-bedengan yang dibuat ditaburkan pupuk anorganik sebanyak 85 Kg SP-36/hektar atau 8,5 gram/m2,  150 Kg K2SO4/hektar atau 15 gram/m2, 100-120 Kg KCl/hektar atau 10-12 gram/m2, dan 50 Kg MgSO4/hektar atau 0,5 gram/m2. Aduk dengan tanah dan ratakan.

Pemupukan Susulan

Pemupukan susulan merupakan tahapan yang sangat menentukan. Apakah ingin memetik daun atau bunga tergantung jenis pupuk yang diaplikasikan. Nah, biar hati Anda “berbunga-bunga”,ehh maksudnya anyelir tumbuh optimal dan rajin berbunga, anyelir butuh 5 jenis pupuk spesial. Ini dia 5 jenis pupuk susulan untuk bunga anyelir, yaitu :

1.  NPK sebanyak 250 Kg hektar-1 atau 25 gram m-2

2.  KCL sebanyak 250 Kg hektar-1 atau 25 gram m-2

3.  Urea sebanyak  100 Kg hektar-1atau 10 gram m-2

4.  MgSO4 sebanyak 50 Kg hektar-1atau 5 gram m-2

5.  Ca(NO3)2 sebanyak 60  Kg hektar-1atau 6 gram m-2

Lima jenis pupuk ini diberikan secara bertahap, yaitu setiap 2 minggu sekali. Lebih baik diberikan dengan dosis rendah sehingga pemanfaatan optimal dan efisiensi pupuk lebih tinggi. Misalnya, NPK 25 gram/m2 dapat diberikan dalam beberapa kali dengan dosis 5 gram/m2, demikian juga dengan pupuk lainnya.

Oh, ya, hadiah pupuk dengan cara pengocoran. Semua jenis pupuk dilarutkan dalam air sebesar beberapa gr (berat masing-masing pupuk diberikan beberapa kali). Siramkan ke media tanam yang sudah tumbuh bbitnya. Pemberian puuk pertama kali dalam umur bibit dua minggu sehabis tanam.Kalau jatuh musim hujan, tingkatkan sedikit dosis pupuk.

Pengendalian hama penyakit apabila terdapat agresi saja. Aplikasikan pestisida yg kondusif untuk kesehatan & aman juga terhadap lingkungan. Panen biasanya telah bisa dilakukan pada usia tanaman 4-5 bulan. Dengan pemeliharan yang baik & sempurna, maka produksi & produktivitas bunga anyelir sebagai tinggi.