Showing posts with label Hama dan Penyakit. Show all posts
Showing posts with label Hama dan Penyakit. Show all posts

Friday, July 17, 2020

Tips Cara Mudah, Tapi Ampuh Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot |Tanaman Buah

Cara Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot -- Amat mengganggu keberadaan semut dan kutu putih pada tanaman dalam pot. Apalagi ia datang saat tanaman buah mulai berbunga, harapan menjadi buah sudah tak perlu ditunggu lagi. Kutu putih “tanpa merasa bersalah” mengisap manisnya cairan tanaman kesayangan Anda. Kadang kala, dibuatnya tanaman tersiksa sampai layu, bahkan mati.

Cara Mudah, Tapi Ampuh Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot
Kutu Putih pada Daun Mangga.

Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Kerja Sama Semut dan Kutu Putih (Symbiosis Mutualisme)

Apa hendak dikata, semut dan kutu putih sudah bersepakat di situlah mereka mencari rezeki untuk kelangsungan hidupnya. Mereka bekerja sama yang saling menguntungkan satu sama lainnya (symbiosis mutualisme).

Sayangnya, semut dan kutu putih tidak “merasa kasihan” kepada empunya/penanam/petani yang telah mengurus tanamannya mulai dari terbitnya fajar hingga terbenam matahari, semenjak mata terbuka sampai mata terpejam lagi malam hari.

Tengoklah sekali lagi pada tanaman dalam pot itu. Daun-daun dan batang penuh dihinggap dengan kutu putih. Ada yang menumpuk dan ada pula yang menyebar ke seluruh permukaan daun terutama pada bagian bawah. Memang pintar sang kutu putih ini, sengaja ia bersembunyi di balik daun agar tidak ketahuan pada predator. Hanya patner kerjanya yang boleh tau, yaitu semut.

Semut-semut kecil dengan senangnya membuat sarang dalam pot. Sebab, media tanam dari bahan-bahan organik yang gembur dan poros menjadi tempat yang nyaman untuk ia makan dan berkembang biak. Ia membuat sarang di situ sambil naik turun ke tanaman buah yang ada dalam pot.

Kenapa semut senang berlama-lama tinggal dalam pot? Ada makanan spesial di sana. Kutu putih temannya itu tugasnya mengisap cairan tanaman. Kutu putih menyerang tanaman mulai dari batang, daun, tunas, bunga, dan juga buah.  Semut melindungi kutu putih karena ada harapan di sana. Cairan manis (nektar) yang dihasilkan oleh kutuh putih menjadi makanan lezat bagi sang semut.

Inilah kenapa semut “sok baik” menjaga kutu putih. Rupanya “ada udang dibalik batu.” Jadi semut berperan menjaga kutu putih dari predator (musuh) yang mengganggunya. Salah satu predator kutu putih itu adalahdiptera (semacam serangga) dan banyak jenis predator lainnya. Dengan kehadiran semut, maka musuh alami akan takut untuk memangsa kutu putih. Akhirnya, berkembanglah kutu putih dengan banyak dan semut pun betah berlama-lama dalam pot tanaman.

Gejala Serangan Kutu Putih

Seperti yang sudah diceritakan di atas bahwa serangan dari kutu putih sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup tanaman, khususnya tanaman buah. Beberapa tanaman buah yang sering ia serang adalah mangga, jambu air, jambu biji,pepaya, dan lainnya.

Gejalanya dapat kita tengok kasus pada pepaya. Sering ‘kan kita lihat banyak putih-putih pada buah dan daun pepaya atau tanaman mangga? Kutu putih dan juga cendawan yang terdapat di sana. Kutu ini meracuni jaringan tanaman terutama daun sehingga menjadi kuning (khlorosis). Akhirnya, daun-daun kerut, layu dan bahkan rontok.

Manfaat Semut untuk penyerbukan

Sabar dan bersyukurlah karena sekali-sekali lihatlah manfaat semut. Kenapa? Karena di sisi lain, tanpa kita sadari ada kalanya semut menguntungkan kita karena ia salah satu serangga yang bisa bertugas dalam penyerbukan bunga tanaman buah. Tanaman tidak mampu melakukan penyerbukan sendiri tanpa adanya sentuhan dari angin, semut dan hewan lainnya.

Baca juga ini :

  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sabut Kelapa
  • Pupuk NPK Phonska Plus Memembuat Panen Meningkat Karena Ini
  • Awas!! Jangan Salah Memupuk Tanaman dengan Ampas Kopi, Ini Cara yang Benar
  • Cara Cangkok Mangga Agar Cepat Tumbuh, Pakai ZPT ini

Manfaat Lainnya, hadirnya semut adalah indikator bahwa tanaman ada yang terganggu dengan hama lain. Paling kurang, ada sesuatu yang “lain” dengan tanaman Anda. Jadi, untung bukan? Kita dapat antisipasi sejak dini sebelum hama berkembang banyak dan sebelum tanaman terganggu.

Mengatasi Semut Memutuskan Simbiosisnya Dengan Cara Tradisional

Cara Mudah, Tapi Ampuh Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot
Ilustrasi Mencegah Datangnya Semut

Masih banyak semut pada tanaman buah dalam pot di rumah Anda? Kutu putih itu akan diserang oleh predator alaminya ketika kita memutuskan kerja samanya. Jadi salah satu cara adalah memutuskan simbiosisnya sehingga salah satu mata rantai hama tanaman sudah “mundur.” Harapannya kutu putih pun habis diserang oleh musuhnya.

Yang paling penting janganlah kita memusnahkan mereka dengan cara-cara "kejam," tapi kendalikan saja. Karena semut dan kutu putih adalah juga bagian dari ekosistem untuk keseimbangan alam.

Baik, berbagai cara untuk mengatasi semut belum ada yang tepat? Mungkin sudah menggunakan insektisida. Bau r-4-cun kimianya bukan hanya semut terbvnuh, tapi dapat mengganggu makhluk lain dan juga mengganggu kenyamanan tetangga. Atau sudah menggunakan pestisida alami seperti bawang merah, jahe, cabe, lengkuas, deterjen, dan lain-lain, tetapi sama saja nihil hasilnya.

Jangan bingung, karena "banyak jalan menuju ke roma." Begini saja jalannya, cara yang mudah dan sederhana. Atasi saja dengan menggunakan minyak makan. Semut tidak berani melewati minyak makan. Ia akan lengket jika melewatinya. Cara membuatnya seperti di bawah ini :

Cara Mengatasi Semut Dengan Minyak Makan

Bahan-bahan :

  • Plastik es = 1 buah
  • Tali rafia =  ½ meter
  • Gunting = 1 buah
  • Kain planel/handuk bekas/singlet bekas
  • Minyak Makan = 10 ml

Cara membuatnya :

  1. Plastik dipotong sepanjang 15-20 cm (secukupnya sesuai dengan diameter batang tanaman)
  2. Balut batang tanaman bagian bawah (dekat dengan media tanam) dengan plastik dan ikat (jangan terlalu kecang ikatannya)
  3. Potong kain planel/handuk bekas/singlet bekas secukupnya.
  4. Celupkan kain bekas itu ke dalam minyak makan hingga minyak terserap ke kain.
  5. Balutkan kain yang sudah berminyak ke batang tanaman yang sudah dialasi dengan plastik (lihat gambar di bawah).
  6. Teteskan minyak makan 1 minggu sekali atau sesuaikan dengan kondisi cuaca (hujan).

Cara Mudah, Tapi Ampuh Mengatasi Semut dan Kutu Putih Tabulampot
Mengatasi Semut di Tabulampot.

Gambar : pupuklahan.blogspot.com

Nah, itulah cara mengatasi semut. Cara untuk memutuskan kerja sama semut dengan kutu putih. Semut tidak akan berani melintasi spot minyak makan itu. Semut berhenti naik-turun ke tanaman buah dalam pot. Akibatnya, semut teratasi dan kutu putih pun akan hilang dimangsa predatornya.

Tips :

  • Sebelum membalut dengan kain yang sudah diolesi minyak makan, semprot dulu semut dan kutu putih yang ada pada batang dan daun-daun (sebelah bawah) dengan air biasa. Jika mau menggunakan larutan deterjen boleh juga, tapi setelah +/- 15 menit dibilas lagi.
  • Jika media tanam berpotensi bersemut  sebaiknya balut batang dengan kain yang diolesi minyak makan sebelum tabulampot berbunga.
  • Atur posisi pot sedemikian rupa sehingga tajuk tanaman tidak bersentuhan dengan tajuk tanaman dalam pot lain. Jadi tidak ada jalan untuk semut datang. [Updated by pupuklahan.blogspot.com, 28/01/2020]

Sunday, July 12, 2020

Tips Cara Mengendalikan Ulat Bawang Merah yang Efektif dengan Feromon S3-ks|Tanaman Buah

Cara Mengendalikan Ulat Bawang Merah --- Bawang merah yang disebut dalam bahasa ilmiahAllium Ascalonicum. L merupakan komoditas andalan petani. Sebab, umbi berwarna merah itu memiliki harga jual yang relatif tinggi, stabil dan sangat prospektif. Tapi, harapan meraup rupiah dari tanaman bumbu dapur itu akan pupus manakala serangan hama ulat tidak dapat dikendalikan dengan baik.

Ulat penggerek daun bawang merah (Spodoptera Exigua) sangat menyukai daun bawang, entah karena aromanya atau kandungan kimiawinya yg bernutrisi. Yang pasti, petani dibuatnya pusing tujuh keliling menggunakan kehadiran ulat pada bawang merah.

Sungguh mengerikan karena ledakan populasi hama ulat ini bisa terjadi dalam tempo singkat,  2-3 hari, dan “memporak-porandakan” bawang merah. Lihainya ia, dengan masuk dan bersembunyi dalam daun bawang, membuat ia hampir tak terdeteksi oleh mata petani dalam awal-awal perkembangannya.

Cara Mengendalikan #Ulat #Bawang Merah yang Efektif dengan #Feromon S3-ks

Berbagai upaya sudah dilakukan, tetapi belum mengakibatkan output. Walau memakai pestisida menggunakan merek modern, serangga menyerupai daun bawang itu tampaknya telah kebal r4-cun sehingga nir membuatnya tewas.

Pengaplikasian r4-cun serangga (insektisida) sia-sia belaka, hanya biaya & tenaga yang terkuras. Bahkan, kesehatan terganggu. Ini laksana pribahasa, ?Arang Habis, Besi Binasa.?

Sedikit saja lengah, serangga (ngengat) dewasa menggunakan ciri bersayap, aktif di malam hari dan menyukai cahaya akan bertelur dengan cepat dan luar biasa poly. Bayangkan, seekor ngengat saja mampu membentuk ribuan buah telur,

bagaimana jika ada 1000 ekor ngengat dewasa? Ya, pasti akannetasjutaan ekor ulat penggerek daun bawang merah. Dan petani akannyerah kalau tidak cepat  dan tepat mengendalikannya.

Mengenal ulat daun bawang

Sebelum kita mengendalikan ulat penggerek daun bawang merah, sekilas mengenal apa sih indikasi-indikasi atau cirikhas dari ulat tersebut. Ini perlu agar kita sebagai ?Sensitif? Penglihatan waktu menemukan serangga yg melalap habis daun bawang merah itu. Berikut ini tanda/ciri berdasarkan ulat daun bawang merah :

  • Mirip sekali bentuk dan warnanya dengan daun bawang ketika masih muda, yaitu panjang bulat dan bewarna hijau.
  • Panjangnya sekitar 2 – 2,5 cm
  • Besarnya hampir mendekati ukuran daun bawang
  • Posisinya dalam rongga daun dan aktif memakan daun bawang merah
  • Ulat dewasa berwarna coklat tua dan ada garis-garis putih di badannya

Amati gejala agresi ulat pada daunnya

Kalau sudah ada serangan dari ulat pasti daun bawang merah menunjukkan gejalanya. Di sinilah biasanya petani menjadi bingung, kurang berg4irah dan hampir-hampir hilang semangatnya. Apa gejala yang ditunjukkan bawang merah ketika sudah terserang ulat?

  • Daun sudah tidak segar lagi antara layu dan mati.
  • Daun bergaris-garis putih
  • Ujung daun sudah tidak runcing lagi alias terpotong-potong
  • Bagian dalam daun digerek atau digerusnya hingga tipis dan tembus cahaya

Cara Mengendalikan Ulat Daun Bawang Merah

“Ada Penyakit, Ada Obatnya,” begitu adagium bijak. Yang penting kita berusaha, jangan diam dan berpangku tangan. Ada beberapa metode/cara untuk mengusir dan mengurangi serangan ulat. Ada yang menggunakan cara-cara kimiawi, biologis  dan juga mekanis. Tapi, yang lebih aman terhadap lingkungan dan tanpa mengurangi produktifitas bawang merah adalah cara-cara mekanis dan natural.

I. Cara kimiawi

Cara kimiawi adalah cara mengendalikan hama ulat bawang merah dengan menggunakan bahan kimia ber4-cun atau insektisida. Cara ini sebenarnya bukan hanya mengendalikan, akan tetapi membasmi & pula Mengganggu lingkungan.

Karena itu, di zaman sekarang, pengendalian hama ulat bawang merah dengan bahan kimia aktif sudah kurang direkomendasikan. Penggunaan insektisida dilakukan dalam kondisi “darurat hama,” namun tetap dalam kontrol, seperti dosis dan luasan

Beberapa insektisida untuk mengendalikan ulat daun bawang merah, yaitu :

  • Biothion
  • Decis
  • Klorfluazuron
  • Metindo
  • Deltametrin
  • Triazofos
  • Dan lain-lain

II. Pemasangan Perangkap dengan bahan Feromon S3-ks

Feromon s3-ks atau Feromon Exi dapat ?Menggoda? Ngengat jantan tiba. Makanya, buat mengendalikan ulat bawang merah dapat dilakukan menggunakan memasang perangkap yg berisikan feromon s3-ks.

Dengan adanya isiFeromon Exi, maka serangga jantan dewasa, “si tukang kawin,”  akan “terpenjara” dalam alat perangkap lalat atau ngengat. Hasilnya, tidak ada telur yang menetas menjadi ulat karena tidak adanya jantan yang mengawini ngengat betina. Berarti, bawang merah aman dari serangan hama ulat daun.

Dengan pemasangan indera perangkap, ledakan ulat akan jauh & terkendalikan. Tapi, harus dicatat bahwa perangkap ini harus dipastikan sudah terpasang semenjak bawang merah ditanam atau 1 minggu sesudah tanam (1 MST).

Alat dan Bahan

Alat :

  • Perangkap dari Botol air mineral bekas (untuk 1 hektar pasang 20 – 25 perangkap). Botol aqua dipotong bagian mulutnya dan kemudian dipasang terbalik (seperti bubu). Atau model lain, tak perlu dipotong mulut botol, tetapi dibuat lubang di sekeliling botol (+/- seukuran badan ngengat), agak ke bagian atas.
  • Kawat (untuk menggantung pelet feromon exi)

Kalau mau simpel, akan tetapi nir irit...Silakan order di toko online. Di sana banyak dijual indera perangkap lalat yang telah dirancang secara khas.

Bahan :

  • Feromon Exi atau Feromon s-3-k (dapat dibeli di toko pertanian atau toko online)
  • Insektisida
  • Air sabun/detergen/perekat

Cara memasangnya :

  • Pelet Feromon Exi digantungkan dalam botol air mineral
  • Isi botol dengan air dan detergen (sebaiknya tambah sedikit saja insektisida). Ketinggian air dalam botol (posisi memanjang) sedalam 2-3 cm
  • Gantungkan botol perangkap tersebut di tengah-tengah petak pertanaman bawang merah, dengan ketinggian 30 cm – 100 cm. (20 - 25 perangkap per hektar)
  • Kontrol setiap hari perangkap (secara periodik). Bila sudah penuh botol dengan ngengat/serangga, gantikan dengan cairan baru (air + detergen + insektisida).

III. Perangkap Lampu

Ketika kita sudah mengerti norma hidup dari ngengat atau serangga produsen telur ulat, maka gampang sekali buat menjebaknya. Ngengat sangat senang dengan cahaya, khususnya malam hari. Nah, bila ingin menangkapnya, pasanglah perangkap yg bercahaya dalam petak petanaman bawang merah. Caranya begini :

Alat :

  • Ember
  • Lampu neon 10 wat + penutup + sumber energi listrik (jika tidak ada energi listrik yang tersedia, cara ini tidak bisa dijalankan)

Bahan :

  • Air sabun/detergen/perekat insektisida

Cara memasangnya :

  • Isi ember dengan air yang sudah ditambahkan detergen/perekat dan juga beberapa tetes insektisida. Kedalaman air secukupnya (+/- 1/3 ember)
  • Pasang lampu dengan ketinggian 30 cm – 50 cm dari tanah
  • Ember berisi cairan ditempatkan di bawah lampu
  • Hidupkan lampu
  • Ganti cairan di dalam ember jika ngengat yang terperangkap sudah penuh
  • Untuk 1 hektar lahan tanam bawang merah, pasang 20 – 25 perangkap.

Baca jua ini :

  • Dari Limbah Got Hasilkan Pupuk Organik Cair (POC)
  • Membuat POC dari Libah Biogas Kotoran Sapi
  • Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Kelapa dan Cara Aplikasi
  • Mengolah Bonggol Pisang Menjadi Pupuk Organik Cair (POC)/MOL dan 4 Cara Aplikasinya

Kombinasi ketiga cara pengendalian hama ulat penggerek daun bawang merah akan semakin efektif. Hasilnya. Pengendalian menggunakan r4-cun kimiawi hanya apabila dibutuhkan saja. Tapi, yakinlah bahwa menggunakan pemasangan perangkap ngengat menurut awal tanam, maka potensi serangan ulat dapat ditekan & dikendalikan. Al-output, produksi bawang merah lebih tinggi karena tanpa serangan hama yg merugikan petani.

Tuesday, May 19, 2020

Tips Hama Tanaman Semangka Resahkan Petani? Kendalikan Seperti Ini|Tanaman Buah

Hama Tanaman Semangka dan pengendaliannya – Kehadiran hama pada tanaman semangka memang cukup menyebalkan bin menjengkelkan. Jika populasi organisme pengganggu tanaman (OPT) sangat banyak, bisa saja gagal panen dan resikonya petani bisa merugi.

Hama sejak awal tanam semangka

Hama yg menyerang tumbuhan semangka umumnya telah mulai ada sejak awal penanaman. Serangga pegganggu mulai melirik daun-daun belia dan pucuk tanaman berair & rasanya manis itu.

Beberapa hama tumbuhan semangka yg tak jarang dijumpai petani dan suka menggerogoti bibit semangka seperti thrips, aphid, belalang, oteng-oteng, dan kutu-kutu daun lainnya. Hama ini bekerja cukup variatif, terdapat yang mengisap cairan & terdapat jua yang memakan & membolongi daun tanaman semangka.

Ambil saja model hama thrips. Hama yg satu ini tubuhnya memang kecil, tapi daya mengisap cairan dalam daun semangka dahsyat sekali.

Thrips ini luar biasa 'cerdik,' beliau bersembunyi di balik daun. Pelan-pelan mengganggu, namun pasti hingga akhirnya daun semangka berubah warna, berkeriput, & mangkat jika terlambat ditangani.

Hama Tanaman Semangka Resahkan Petani? Kendalikan Seperti Ini
Ilustrasi Hama Aphids. Gambar : Pixabay.Com

Kutu daun lainnya yg kerap menjadi musuh petani semangka merupakan serangga Aphids. Cara kerja organisme pengganggu ini mirip-seperti dengan thrips, namun lebih senang hinggap dalam daun-daun yang mulai tumbuh. Keberadaan hama ini sangat berbahaya lantaran pertumbuhan semangka lambat, kerdil, kering, & mampu saja nir berkembang.

Hama yang menyerang waktu semangka berbuah

Itu citra hama yang sangat menantang waktu menanam semangka terutama dalam awal pertumbuhannya. Namun, potensi agresi hama belum usai. Sebab, saat semangka mulai berbuah, hama lain pun datang dan nir sanggup dibendung.

Lalat butir contohnya, hama lalat ini senang sekali berkembang menggunakan cepat pada area budidaya tumbuhan semangka terutama dalam ketika semangka mulai berbuah dan buahnya masih kecil alias belia. Populasinya sangat cepat berkembang.

Bayangkan bila 1 ekor lalat jantan bisa mengawini lima ekor sang lalat betina. Dan setiap ekor lalat betina menghasilkan telur minimal 300 telur. Jumlahnya luar biasa banyak bila tidak cepat dikendalikan.

Pernahkah Sobat mendapatkan buah semangka yang busuk di huma tanam? Itulah output kerja berdasarkan lalat butir. Buah semangka sebagai loka lalat bertelur sampai berkembang menjadi larva.

Apakah masih ada jenis hama lain yg menghambat flora semangka? Cukup banyak. Tetapi, yang paling krusial adalah bagaimana kita mencegah dan mengendalikan OPT yg berpotensi mengganggu semangka.

Nah, bagaimana cara mencegah agar semangka selamat berdasarkan gangguan hama? Dan, bagaimana mengendalikan hama tumbuhan semangka bila telah mulai hinggap & mengganggu tanaman semangka?

Mencegah hama semangka

Hal yg terbaik merupakan pencegahan. Jadi, agar semangka selamat dari gangguan hama, maka tugas kita merupakan mencegahnya ada pada huma menanam semangka.

Kalau tindakan mencegah hasilnya relatif efektif, kenapa harus menunggu, lalu membasmi hama dalam semangka?

Upaya-upaya pencegahan hama sebetulnya relatif simpel & mudah dilakukan oleh petani. Beberapa hal yang perlu diperhatikan buat mencegah ledakan populasi hama & mungkin jua penyakit flora semangka misalnya :

  • Bersihkan lahan dari gulma dan semak belukar yang ada di sekitarnya
  • Tanam tanaman jenis lain di sekitar lahan budidaya semangka untuk mengalih perhatian hama
  • Lakukan pergiliran tanaman
  • Bercocok tanam tumpang sari, misalnya semangka dengan jenis bawang-bawangan
  • Lakukan penyiapan lahan dengan baik (sterilisasi lahan) sebelum menanam semangka
  • Rawat dengan baik tanaman semangka agar tumbuh subur dan sehat sehingga lebih tanah terhadap serangan hama, seperti pengairan, pupuk yang cukup, dan penyiangan
  • Hindari kondisi lembab dan air tergenang di sekitar tanaman semangka

Baca jua ini : Rahasia Pupuk & Pemupukan Semangka supaya Tumbuh Subur & Kualitas Buah Pun OK

Kalau upaya pencegahan hama telah dilakukan, tetapi hama jua hadir mengganggu tanaman semangka, maka saatnya buat mengendalikan.

Pengendalian hama semangka

Beberapa cara mengendalikan hama tumbuhan semangka yg bisa dilakukan, yaitu memakai cara-cara mekanis, kimiawi, agen biologi, & cukup cantik dengan organis.

1. Mengendalikan hama tanaman semangka secara mekanis

Tindakan kontrol hama pada flora budidaya misalnya semangka sebaiknya diutamakan menggunakan cara mekanis. Cara lebih kondusif dan sehat dari sisi kesehatan dan tidak menghambat ekosistem dan lingkungan.

Metode pengendalian hama mekanis sanggup seperti memakai tangan buat menangkap & penggunaan alat perangkap. Misalnya, buat mengurangi dan mengendalikan lalat buah, Sobat mampu menggunakan indera perangkap lalat beserta zat feromon buat memancing lalat masuk perangkap.

Dengan banyaknya masuk lalat jantan ke pada perangkap, secara otomatis perkembangbiakan lalat menjadi berkurang pada lahan semangka.

Teknik lain buat menjaga buah semangka tidak diserang lalat buah adalah menggunakan membungkus buah semangka. Jadi, saat butir semangka masih mini -mini , pakai pembungkus seperti plastik atau karung.

2. Kendalikan hama flora semangka dengan Agen Hayati

Sebenarnya, hama tumbuhan semangka juga dapat dikendalikan dengan memakai agen hayati atau musuh alami buat hama. Keberadaan predator alami ini relatif efektif buat mengontrol hama semangka.

Bahkan, kehadiran agen biologi tidak berdampak negatif terhadap keseimbangan ekosistem dan lingkungan. Istilahnya, ada rantai makanan yg seimbang pada sana. Misalnya, ketika kutu daun menyerang daun semangka, maka kutu daun ini juga akan dimakan sang organisme lain (agen hayati) menjadi bagian dari musuhnya.

3. Mengendalikan hama semangka secara organis

Cara efektif lainnya yang relatif bijak adalah menggunakan cara organis. Maksudnya, apabila tanaman semangka masih ada organisme pengganggu misalnya serangga & sejenisnya, maka aplikasikan pestisida organik buat mengendalikannya.

Cukup poly bahan-bahan alami yg bisa diracik buat mengurangi hama flora semangka. Misalnya, buat mengendalikan kutu daun, ulat, & hama ukuran mikro lainnya, Sobat mampu menggunakan pestisida organik yang terbuat berdasarkan bahan dasar daun pepaya.

Daun pepaya yg ditambahkan sedikit minyak tanah dan detergen, direndam kurang lebih semalam. Air rendaman ini dipakai untuk menyemprot flora semangka yg terserang hama.

Cara menciptakan pestisida organik daun pepaya

Penasaran mungkin bagaimana cara meracik pestisida organik berdasarkan daun pepaya buat membasmi hama dalam flora semangka? Yuk, kita simak langkah-langkah meramunya.

Bahan :

  • Daun pepaya 1Kg (kondisinya masih segar)
  • Minyak tanah 1-2 sendok makan
  • Detergen atau sabun 50 gram
  • Air bersih 10 liter

Alat-indera :

  • Ember atau timba
  • Saring halus (seperti saring yang terbuat dari bahan kain)
  • Alat penumbuk atau blender

Langkah membuatnya seperti ini :

  • Daun pepaya ditumbuk-tumbuk. Atau, daun pepaya diblender
  • Masukkan ke dalam ember
  • Tambahkan minyak tanah dan detergen
  • Aduk-aduk bahan-bahan tersebut sampai merata dan tutup
  • Rendam selama +/- 1 malam
  • Saring untuk memisahkan larutan dengan ampas daun pepaya
  • Larutan insektisida organik siap digunakan untuk mengusir hama ulat dan pengisap daun tanaman dengan cara menyemprotnya

BACA JUGA : Setelah 24 Jam Didiamkan, Pestisida Organik Ini Ampuh Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman

4. Mengendalikan hama tumbuhan semangka secara kimiawi

Sebetulnya, aplikasi insektisida kimia sangat tidak direkomendasikan karena pertimbangan dari sisi kesehatan & lingkungan. Sebab, bukan mengendalikan, tetapi melenyapkan kehidupan organisme.

Tetapi, apabila populasi organisme pengganggu flora semangka telah tak terkendalikan dengan cara-cara mekanis & organis, penggunaan obat semprot berbahan kimia adalah langkah terakhir & permanen dilakukan sesuai menggunakan takaran anjuran.

Jika ingin dipakai pestisida kimia buat mengendalikan hama tanaman semangka, berbagai merek pestisida tadi tersedia & dijual pada toko sarana pertanian seperti bamex, curacron, dan lain-lain.

Itulah hama tumbuhan semangka dan cara pengendaliannya yang efektif. Lakukan pencegahan terutama sekali, baru kemudian kendalikan bila memang para ?Musuh? Flora mulai menyerangnya.